>>> Star Trek: Lower Decks Batal, Kreator Ungkap Ide untuk 2 Musim Lagi
Transformers: Devastation
Platinum Games dikenal dengan game aksi hack and slash cepat.
Salah satu permata tersembunyi mereka adalah Transformers: Devastation, di mana pemain bisa memilih lima Autobot dalam tujuh babak dengan aksi, bullet time, dan kombo.
Hasbro memiliki lisensi Transformers, sehingga setelah lisensi berakhir, game dan semua DLC-nya dihapus dari toko digital. Nasib game Transformers memang sering seperti itu.
Titanfall
Respawn Entertainment, yang berasal dari Infinity Ward, menciptakan game multipemain online ala Call of Duty dengan mech raksasa.
Pemain bisa memanggil mech setelah waktu tertentu, tetapi ada juga senjata anti-mech.
Setelah pengembang beralih ke Titanfall 2 dan Apex Legends, Titanfall dipenuhi peretas dan serangan DDOS.
EA dan Respawn akhirnya menghentikan penjualan game tersebut, dan tidak ada Titanfall 3 yang terlihat.
Battleborn
Battleborn dari Gearbox Studios dirilis bersamaan dengan Overwatch, dan perbandingan langsung merugikan Battleborn.
Gameplay-nya lebih mirip DOTA 2 atau Heroes of the Storm, dengan pertandingan tim besar dan penghancuran markas lawan.
Meskipun perbedaannya besar, Overwatch tetap menjadi raksasa. Tak lama setelah rilis, Battleborn ditutup.
Karena game ini hanya online, memiliki salinan fisik tidak berguna selain untuk tutorial.
Deadpool
Sebelum terkenal, Deadpool memiliki game untuk PlayStation 3, Xbox 360, dan PC.
Game ini penuh aksi dengan cameo seperti Cable, Rogue, dan Psylocke, serta lelucon yang memecahkan dinding keempat.
Seperti game berlisensi lainnya, Deadpool hanya bertahan setahun sebelum Activision kehilangan lisensi Marvel.
>>> Detail Kotak yang Terlewat Bikin Satu Mainan He-Man Laku Lebih Mahal dari Paket Empat Figur
Game ini sempat dirilis ulang untuk konsol yang diperbarui bertepatan dengan film Deadpool, tetapi kemudian dihapus lagi. Salinan fisik masih dijual dengan harga mahal.