Ketika membahas film fiksi ilmiah ikonik tahun 1990-an, The Matrix sering menjadi yang teratas. Namun, setahun sebelumnya, ada film lain yang mengangkat tema serupa: Dark City.
Disutradarai Alex Proyas, Dark City dirilis pada 27 Februari 1998. Film ini dibintangi Rufus Sewell, Kiefer Sutherland, Jennifer Connelly, dan William Hurt.
>>> Game Cyberpunk Santai Nivalis Nights Akan Rilis 29 September
Ceritanya mengikuti John Murdoch (Sewell), seorang pria dengan amnesia yang dituduh melakukan pembunuhan.
Dalam usahanya menemukan identitas asli, ia mengungkap kebenaran tentang kelompok misterius bernama The Strangers dan dunia tempat ia tinggal.
Meski mendapat pujian kritis, Dark City nyaris tidak balik modal. Film ini kemudian tenggelam di antara film-film genre yang hanya dibicarakan penggemar setia.
Mengapa Dark City Gagal dan The Matrix Sukses?
Perbedaan performa kedua film menjadi studi kasus menarik.
Keduanya memiliki premis serupa: seorang pria biasa menemukan realitas tidak seperti yang ia kira, dan umat manusia dikendalikan oleh kekuatan lain dalam simulasi.
Namun, pendekatan mereka sangat berbeda. Dark City lebih gelap, lambat, dan bernuansa noir.
Studio bahkan meminta narasi pembuka yang merusak kejutan cerita karena khawatir penonton tidak akan memahaminya.
Sebaliknya, The Matrix lebih mudah diakses.
Ceritanya langsung, konflik manusia melawan mesin mudah diikuti, dan aksi cepat serta koreografi yang keren membuatnya menarik bagi penonton umum.
>>> 5 Pertarungan Dragon Ball Z Paling Berkesan Sepanjang Masa
Pemasaran juga menjadi faktor. Dark City awalnya dipasarkan sebagai film horor, sehingga tidak menjangkau penggemar fiksi ilmiah.
Trailernya terlalu samar dan tidak memberikan gambaran jelas tentang isi film.
Selain itu, perilisan Dark City pada Februari 1998 bertepatan dengan dominasi Titanic di box office. Sementara itu, Warner Bros.
memasarkan The Matrix dengan misteri dan memanfaatkan internet, menciptakan buzz yang kuat.
Warisan Dark City yang Layak Diapresiasi
Meski gagal secara komersial, Dark City tetap layak diapresiasi. Film ini tidak hanya bagus, tetapi juga memengaruhi The Matrix.
The Matrix menggunakan set yang sama dengan Dark City, khususnya untuk adegan kejar-kejaran di atap.
Banyak teknisi efek visual yang bekerja di Dark City juga terlibat dalam The Matrix, sehingga kedua film memiliki estetika yang mirip.
Dark City menawarkan pendekatan yang lebih gelap dan noir terhadap konsep simulasi. Alurnya yang lambat dan misterius memberikan pengalaman berbeda yang menyegarkan.
Saat ini, Dark City dapat ditonton di platform streaming Roku.
>>> 10 Film Fiksi Ilmiah yang Lebih Baik dari Avatar
Bagi penggemar fiksi ilmiah, film ini layak ditonton untuk melihat akar dari tema yang kemudian populer berkat The Matrix.
