⌂ Beranda News Ketiadaan Arketipe Grappler di Marvel Tokon: Fighting Souls Mungkin Petunjuk Karakter Rahasia

Ketiadaan Arketipe Grappler di Marvel Tokon: Fighting Souls Mungkin Petunjuk Karakter Rahasia

Ketiadaan Arketipe Grappler di Marvel Tokon: Fighting Souls Mungkin Petunjuk Karakter Rahasia
Ilustrasi: Ketiadaan Arketipe Grappler di Marvel Tokon: Fighting Souls Mungkin Petunjuk Karakter Rahasia
A A Ukuran Teks16px

Sejak Marvel Tokon: Fighting Souls pertama kali diumumkan, para penggemar telah mengamati setiap karakter yang dirilis.

Meskipun pilihan karakternya menarik, roster final terasa kurang berani untuk sebuah game Arc System Works.

>>> Penggemar MCU Sadar Sudah 9 Tahun Tak Lihat Doctor Strange Akurat Komik

Yang menonjol bukanlah karakter yang hilang, melainkan arketipe yang biasanya ada di game fighting.

Game ini sudah menangkap energi kacau ala Marvel vs. Capcom dengan format 4v4 yang unik.

Namun, kekacauan dan adrenalin terasa belum lengkap tanpa karakter grappler. Bagi sebagian pemain, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menangkap lawan dan melemparnya ke seluruh arena.

Grappler: Arketipe Ikonik dalam Game Fighting

Sejak awal genre fighting, grappler dikenal dengan gameplay berisiko tinggi dan imbalan besar. Mereka mengandalkan command grab yang menghancurkan, serangan armor, dan tekanan jarak dekat.

Contoh paling terkenal adalah Zangief dari Street Fighter. Sejak 1987, karakter ini telah menakuti pemain dengan spinning piledriver dan damage besar.

Karakter grappler ikonik lainnya termasuk King dari Tekken, Potemkin dari Guilty Gear, dan Tager dari BlazBlue. Masing-masing membawa variasi unik sambil mempertahankan inti kekuatan fisik yang dominan.

Game fighting Marvel juga memiliki sejarah grappler. Karakter seperti Hulk, Juggernaut, Sentinel, dan She-Hulk sering mengisi peran grappler hibrida di seri Marvel vs. Capcom.

Lubang Berbentuk Grappler di Marvel Tokon: Fighting Souls

Melihat roster yang telah diungkap, Arc System Works telah menyertakan berbagai arketipe.

Magneto sebagai zoning teknis, Wolverine sebagai rushdown agresif, serta Doctor Doom dan Storm sebagai karakter serba bisa.

Namun, satu arketipe klasik tidak ada: grappler murni. Ms. Marvel awalnya tampak sebagai jawaban, dengan kemampuan stretchy yang memungkinkan command grab.

Setelah melihat demonstrasi dan memainkannya di beta, Ms. Marvel lebih cocok sebagai karakter pressure dan mix-up hibrida. Mobilitas dan fleksibilitasnya jauh dari cetakan grappler tradisional.

>>> Cyberpunk: Edgerunners 2 Tayangkan Episode Perdana, Dapat Sambutan Positif

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru