Akhir dari musim kedua serial Avatar: The Last Airbender versi Netflix menghadirkan perubahan kontroversial pada cerita Aang.
Namun, perubahan ini memiliki satu manfaat, yaitu menyiapkan konflik Aang di musim ketiga dengan baik.
>>> NCIS Guncang Besar: Karakter Favorit Kembali dengan Kejutan
Adaptasi live-action ini beberapa kali menyimpang dari materi sumbernya, dengan beberapa penyesuaian yang justru melayani narasi lebih baik daripada aslinya.
Aang Menguasai Avatar State Melawan Azula
Dalam serial animasi, Aang enggan memasuki Avatar State setelah Pengepungan Utara karena takut kehilangan kendali.
Ia baru berupaya menguasainya menjelang akhir Buku 2, namun gagal karena tidak bisa melepaskan Katara.
Aang bahkan lari dari sesi latihannya dengan Guru Pathik demi menyelamatkan Katara, menunjukkan bahwa masalah ini masih menjadi isu baginya.
Momen ini berakhir dengan Azula menyerangnya saat ia bertransformasi, yang hampir membunuhnya dan mencegahnya mengakses Avatar State di sebagian besar Buku 3.
Serial Netflix mengubah resolusi cerita ini. Aang tidak pernah bertemu Guru Pathik atau memilih Katara di atas tugasnya sebagai Avatar.
Sebaliknya, saat melawan Azula, ia justru berhasil mencapai dan mengendalikan Avatar State.
Perubahan ini dianggap kontroversial dan terasa kurang berdasar, menghilangkan pengembangan karakter yang ada di serial animasi.
Selain itu, secara narasi, Azula seharusnya tidak bisa melukai Aang saat ia dalam wujud Avatar State penuh.
>>> Anime Aksi Terbaik dari Setiap Tahun 2000-an
Pengampunan Azula Menyiapkan Konflik Musim 3
Meskipun demikian, penguasaan Avatar State oleh Aang di akhir musim 2 versi Netflix meletakkan dasar bagi alur cerita utama di musim 3.
Setelah memasuki Avatar State, Aang berhasil mendominasi Azula.
Alasan utama Azula masih bisa menyerangnya adalah karena Aang ragu untuk melangkah lebih jauh.
Momen ini menunjukkan kedalaman welas asih Aang; ketika ia menguasai Avatar State, ia menolak membunuh siapa pun, bahkan Azula yang kejam.
Tindakan ini merupakan hasil dari ajaran Air Nomad-nya dan secara sempurna menyiapkan konflik terbesar Aang di musim 3.
Dalam Buku 3, Aang bergulat dengan keputusan untuk membunuh Fire Lord Ozai karena bertentangan dengan keyakinan pasifisnya.
Bahkan para Avatar sebelumnya mendesaknya untuk membunuh Ozai, namun Aang mati-matian mencari cara lain.
Perjuangan batin ini mendominasi Buku 3 dan seharusnya menjadi inti dari musim ketiga Avatar: The Last Airbender.
>>> Kartu Promo Pokemon TCG Langka Pecahkan Rekor Penjualan, Bukan Milik Logan Paul
Keputusan Aang untuk mengampuni Azula di akhir musim 2 menjadi pertanda baik bagi pengembangan cerita ini di musim berikutnya, karena ia membuat pilihan serupa dalam situasi yang mirip.