Dekade 2010-an menjadi masa transformatif bagi anime, didorong oleh pertumbuhan platform streaming, media sosial, dan komunitas global.
Akses yang semakin mudah membuat penggemar menemukan cara baru untuk merayakan seri favorit mereka.
>>> Tom Holland Beri Ulasan Jujur untuk Spider-Man: Brand New Day
Meski anime mulai menuju arus utama, masih terasa sebagai minat khusus yang hanya dipamerkan oleh penggemar berat. Namun, banyak tren fandom dari era itu masih bertahan hingga sekarang.
Kebangkitan Anime Music Video (AMV)
AMV sebenarnya sudah ada sebelumnya, tetapi peningkatan perangkat lunak editing dan popularitas YouTube memicu kebangkitan besar di tahun 2010-an.
Video-video ini menggunakan klip anime yang dipadukan dengan lagu pilihan penggemar.
Salah satu AMV paling populer, 'Naruto vs. Pain - Sucker Believer', mencontohkan tren ini dengan menggabungkan adegan pertarungan epik dengan lagu Imagine Dragons.
Ada pula AMV emosional seperti 'you can be king again' yang telah ditonton 203 juta kali.
Foto Profil Anime di Media Sosial
Di era 1990-an dan 2000-an, penggemar berkumpul di forum privat. Namun, dengan munculnya Instagram dan Twitter, mereka perlu menunjukkan afiliasi pada seri favorit.
Mulai 2010-an, foto profil anime menjadi pemandangan umum di Twitter/X. Meski kemudian sempat dianggap negatif, pada awalnya itu hanya cara untuk terhubung dengan sesama penggemar.
Budaya waifu dan husbando juga merebak.
Istilah 'waifu' berasal dari anime Azumanga Daioh (2002), tetapi populer setelah seorang pria menikahi waifu anime-nya pada 2009.
Karakter seperti Asuna (Sword Art Online), Mai (Bunny Girl Senpai), dan Levi Ackerman (Attack on Titan) menjadi favorit.
Meski istilah ini tidak lagi setenar dulu, penggemar tetap jatuh cinta pada karakter fiksi.
Shipping atau memasangkan karakter juga mencapai puncaknya. Seri dengan banyak karakter seperti My Hero Academia, Bungo Stray Dogs, dan Haikyuu!!
>>> Pokémon Resmi Luncurkan Koleksi Game Baru untuk Rayakan 30 Tahun
memicu ribuan fanfiksi dan perdebatan sengit.