Stranger Things mungkin sudah berakhir, tetapi waralaba ini belum pergi kemana-mana.
Beberapa bulan setelah final kontroversial acara fiksi ilmiah tersebut, waralaba kembali dengan spin-off animasi baru berjudul Stranger Things: Tales from '85.
>>> 5 Karakter Harry Potter yang Lebih Kuat dari Severus Snape
Serial ini mengambil latar waktu antara Musim 2 dan 3. Namun, tidak semua penggemar menyambut perluasan semesta Netflix ini dengan antusias.
Meskipun Stranger Things memecahkan berbagai rekor selama lima musim, Tales from '85 hadir dan pergi tanpa banyak perhatian.
Serial ini juga mendapat ulasan yang lebih beragam dari kritikus dan penggemar dibandingkan musim pertama seri aslinya.
Masalah Nostalgia 80-an
Salah satu hambatan utama yang dihadapi Stranger Things: Tales from '85 adalah fokusnya pada nostalgia era 1980-an.
Padahal, tema yang sama justru menjadi salah satu daya tarik utama Stranger Things.
Budaya pop telah berubah drastis dalam satu dekade sejak seri asli pertama kali tayang.
Dalam beberapa tahun terakhir, penonton mulai bosan dengan nostalgia 80-an di film dan acara televisi.
Penggunaan berlebihan tema ini membuat pemirsa enggan menerima hal yang sama. Stranger Things sendiri ikut memicu gelombang nostalgia 80-an yang membanjiri budaya pop selama sepuluh tahun terakhir.
Cerita seperti Ready Player One, It, Bumblebee, Totally Killer, dan Everybody Wants Some! juga memanfaatkan era tersebut.
Awalnya, proyek-proyek semacam ini sangat diterima, sehingga mendorong lebih banyak produksi serupa.
Bahkan ketika Hollywood tidak secara langsung menampilkan tahun 1980-an, mereka menghidupkan kembali film dan acara dari era tersebut.
Indiana Jones, The Karate Kid, Blade Runner, Ghostbusters, Top Gun, dan The Terminator adalah beberapa contoh waralaba dari tahun 80-an yang telah diadaptasi ke masa kini.
Semua ini membuat penonton merasa sangat lelah dengan referensi 80-an yang terus-menerus.
Apa yang awalnya merupakan perjalanan nostalgia yang menyenangkan kini berubah menjadi studio film yang enggan berhenti mengulang tema yang sama.