⌂ Beranda News 11 Gejala Saraf yang Menurut Ahli Neurologi Tak Boleh Diabaikan

11 Gejala Saraf yang Menurut Ahli Neurologi Tak Boleh Diabaikan

11 Gejala Saraf yang Menurut Ahli Neurologi Tak Boleh Diabaikan
Ilustrasi • Counselling/pixabay
A A Ukuran Teks16px

7. Déjà Vu yang Terlalu Sering

Déjà vu sesekali tergolong normal. Namun jika muncul berulang dalam waktu singkat, kondisi ini bisa menjadi tanda kejang lobus temporal.

Pemeriksaan neurologis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

8. Sulit Berdiri dari Kursi Secara Rutin

Kesulitan bangun dari posisi duduk yang terjadi terus-menerus tidak selalu berkaitan dengan sendi.

Kondisi ini bisa mengindikasikan gangguan otot, saraf, atau penyakit seperti Parkinson dan ALS.

9. Perubahan Suara

Suara menjadi sangat pelan, serak, atau terdengar seperti berkumur dapat menjadi sinyal gangguan neurologis.

Beberapa penyakit yang sering terkait antara lain Parkinson, ALS, multiple sclerosis, hingga stroke.

10. Kedutan Otot yang Menetap

Kedutan otot sesekali tergolong normal. Namun jika terjadi terus-menerus di area yang sama, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan saraf serius atau penyakit autoimun tertentu.

11. Paranoia atau Perubahan Kepribadian Mendadak

Perubahan perilaku secara tiba-tiba, seperti munculnya rasa curiga berlebihan atau perubahan kepribadian ekstrem, dapat menjadi tanda gangguan otak.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan demensia, peradangan otak autoimun, atau gangguan kognitif lainnya.

Para ahli menegaskan bahwa mengenali gejala sejak dini dan segera mencari bantuan medis dapat mencegah dampak yang lebih serius. Sistem saraf memiliki peran vital, dan setiap perubahan signifikan patut diperhatikan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie Editor:: Albert Affandie
📰 Update Terbaru