Putu menyampaikan, implementasi SIMIJEL dalam perekaman data rantai pasok minyak jelantah sangat relevan dengan program digitalisasi proses produksi dan rantai pasok pada sektor industri agro sesuai Peta Jalan Making Indonesia 4.0.
Bersamaan dengan peluncuran ekspor perdana minyak jelantah tertelusur, Dirjen Industri Agro juga meresmikan proses integrasi data antarplatform digital SIMIJEL dengan VERIFLUX yang memungkinkan pertukaran basis data point of origin antara eksportir dan buyer minyak jelantah berlangsung lancar dan selaras.
VERIFLUX merupakan perusahaan asal Houston, Amerika Serikat yang merupakan penyedia platform teknologi informasi untuk mengelola basis data rantai pasok kompleks, termasuk reverse logistic minyak jelantah di beberapa negara bagian Amerika Serikat.
“Operasional VERIFLUX didukung oleh United States Environmental Protection Agency (US EPA) dalam rangka menjamin ketertelusuran minyak jelantah dan penggunaannya hanya sebagai bahan baku industri green fuel dan tidak disalahgunakan pada kegiatan food recycling,” tambah Putu.
Menurutnya, kemitraan antara SIMIJEL dengan VERIFLUX dalam integrasi platform digital ini akan memperkuat akses pasar komoditas minyak jelantah dari Indonesia. Di sisi lain, akses data ketertelusuran secara langsung dari perusahaan eksportir anggota AEMJI tetap terjaga hanya kepada industri di Amerika Utara yang terautentifikasi sebagai pengguna langsung bahan baku tersebut.
Kemenperin mendukung penuh langkah AEMJI dalam mengembangkan platform digital SIMIJEL untuk meningkatkan keberterimaan komoditas minyak jelantah pada negara tujuan ekspor.
“Kami juga berharap implementasi SIMIJEL akan meluas ke perusahaan pengumpul minyak jelantah lainnya, sehingga menambah nilai dari minyak jelantah dari Indonesia dengan berbasis data platform digital. Selain itu kami juga berharap SIMIJEL dapat menjadi ikon pelaksanaan advanced logistic berbasis platform digital dalam skala lokal, regional, dan global,” ungkap Putu.
Ketua AEMJI Setiady Goenawan berterima kasih atas dukungan Kemenperin dalam penciptaan platform SIMIJEL. “Kami sangat berterima kasih kepada Kemenperin yang telah mendukung AEMJI, sehingga kami lebih percaya diri mengembangkan sistem informasi ketertelusuran asal usul minyak jelantah yang merupakan 100% karya anak bangsa,” ungkapnya.