⌂ Beranda › Tren › Enam Laga Tanpa Menang, PSS Sleman Kian Terbenam di Papan Bawah
Tren

Enam Laga Tanpa Menang, PSS Sleman Kian Terbenam di Papan Bawah

Enam Laga Tanpa Menang, PSS Sleman Kian Terbenam di Papan Bawah
Hiromu Tanaka • Instagram PSS Sleman
A A Ukuran Teks16px

Enam laga tanpa kemenangan. Itulah catatan pahit PSS Sleman setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC di kandang sendiri.

Laga pekan 10 Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu malam 7 November 2026, berakhir tanpa pemenang. Bhayangkara unggul lebih dulu lewat Aji Kurniawan pada menit 29, sebelum Sani Rizky menyamakan skor pada menit 76.

Gol Bhayangkara lahir dari situasi bola mati. Sepak pojok yang dieksekusi Setyo disambut Aji Kurniawan dan bersarang di gawang PSS. Gol itu menegaskan dominasi tim tamu pada babak pertama, ketika tuan rumah tampak kesulitan membangun serangan.

PSS sebenarnya punya kesempatan emas untuk membalas sebelum jeda. Hokky Caraka dijatuhkan di kotak penalti, dan Dava Ferdiansyah maju sebagai algojo. Namun kiper Bhayangkara, Mubarak, membaca arah tendangan dengan sempurna dan menepis bola. Peluang itu hilang, dan PSS turun minum dalam keadaan tertinggal.

Babak kedua berjalan berbeda. PSS tampil lebih agresif dan berani mengambil risiko. Hiromu Tanaka, Vico Duarte, dan Sani Rizky bergantian menciptakan peluang. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit 76, ketika Sani Rizky mencetak gol penyama kedudukan.

Sayangnya, gol itu tidak diikuti gol kemenangan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang, dan PSS kembali gagal memetik tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.

Catatan tanpa kemenangan PSS kini membentang sejak 22 September, ketika mereka kalah 0-3 dari Persela. Dalam enam laga sejak saat itu, Super Elja hanya meraih empat hasil imbang dan dua kekalahan. Di klasemen, PSS terpuruk di peringkat 16, jauh di bawah Bhayangkara FC yang menempati peringkat 8.

Pelatih Jan Olde Riekerink mengakui kondisi timnya tidak ideal. Ia menyebut PSS harus membaik dan hasil imbang bukanlah hasil yang diinginkan. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa kesabaran di Sleman mulai menipis.

Lawan berikutnya tidak akan mudah. PSS dijadwalkan menjamu Persija Jakarta pada Sabtu 22 November 2026. Bhayangkara FC, sementara itu, akan menghadapi Persis Solo pada Minggu 23 November 2026. Bagi PSS, laga melawan Persija bukan sekadar tiga poin, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa tren buruk ini bisa dihentikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru