Jika dirangkum, biodata dan perjalanan Ponari membentuk satu cerita yang utuh tentang ketenaran yang datang sangat dini. Lahir di Jombang pada 1999 dari pasangan Muhammad Mulyono dan Lilis Wulandari, ia menghabiskan masa kecilnya di Dusun Kedungsari, Balongsari, Megaluh, sebelum peristiwa petir pada 2009 mengubah hidupnya dalam sekejap. Batu yang ditemukannya dipercaya warga berkhasiat, antrean pengunjung mengular di rumahnya, dan namanya dikenal seantero Indonesia. Setelah seluruh keramaian itu mereda, ia tumbuh dewasa jauh dari sorotan, dan pada usia 27 tahun ia digambarkan hidup tenang dan sederhana tanpa lagi mempromosikan pengobatan batu. Adapun urusan akun Instagram, tren pencarian publik memang tinggi, tetapi data yang sah untuk dibagikan tetap terbatas pada handle tersensor yang ditampilkan sumber. Melengkapi handle itu dengan dugaan hanya akan menciptakan informasi palsu yang berpotensi merugikan, baik bagi pembaca maupun bagi Ponari sendiri.
Bagi banyak orang, kabar sederhana itu justru menjadi penutup yang pas untuk kisah Ponari. Fenomena besarnya telah berlalu, dan yang tersisa adalah rasa penasaran publik, termasuk soal Instagram-nya yang hingga kini, berdasarkan sumber yang tersedia, hanya tertulis tersensor sebagai "@ponari99***".