Satu poin pertama Lille di Liga Champions musim ini datang bersamaan dengan penampilan terbaik Calvin Verdonk. Bermain penuh 90 menit melawan Bodo/Glimt, bek timnas Indonesia itu menyabet gelar Man of the Match.
Laga matchday 4 fase liga Liga Champions 2026/2027 itu berakhir 0-0. Verdonk, 29 tahun dan jebolan akademi Feyenoord, menjadi starter dan tidak tergantikan, menjaga sisi kiri Lille sepanjang pertandingan.
Dari sektor itu pula ancaman Lille berulang kali lahir. Umpan silang Verdonk memaksa kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin, bekerja keras mengamankan gawangnya.
Pesan Tegas Ancelotti
Pelatih Davide Ancelotti — putra Carlo Ancelotti — tidak mau poin pertama ini berhenti sebagai sekadar catatan. Menurutnya, penghargaan MOTM untuk Verdonk dan satu poin tersebut harus menjadi titik balik.
Ancelotti menuntut Lille tidak hanya numpang lewat di Liga Champions. Timnya harus terus bertarung demi satu tempat di babak berikutnya.
Verdonk: Kami Tak Mau Kalah di Kandang
Verdonk sendiri menegaskan timnya tidak ingin kalah di kandang. Ia menilai Lille sudah menciptakan peluang dan bermain dengan energi bagus, tetapi poin-poin berikutnya tetap harus diperjuangkan.
Rangkaian ujian sudah menunggu: Lens di Ligue 1, lalu Bayer Leverkusen dan Borussia Dortmund di Liga Champions. Semua laga itu akan menentukan apakah Lille benar-benar lebih dari sekadar peserta.
