⌂ Beranda › Tren › Bahlil Lahadalia Trending: Impor BBM-LPG Lewat Lemigas, Negara Langsung Lobi Negara Produsen
Tren

Bahlil Lahadalia Trending: Impor BBM-LPG Lewat Lemigas, Negara Langsung Lobi Negara Produsen

Bahlil Lahadalia Trending: Impor BBM-LPG Lewat Lemigas, Negara Langsung Lobi Negara Produsen
Pertamina SPBU
A A Ukuran Teks16px

Bahlil Lahadalia trending setelah membeberkan praktik perusahaan cangkang di balik impor BBM dan LPG, sekaligus mengumumkan skema baru yang menempatkan negara sebagai pengimpor langsung.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan pada akhir Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM itu menyatakan bahwa pengadaan impor energi selama ini memberi ruang bagi puluhan perusahaan perantara. Jumlah yang ia sebut: lebih dari 30 perusahaan cangkang.

Skema lama berjalan lewat transaksi business-to-business (B2B) oleh Pertamina. Skema baru yang diatur Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2026 menggantinya dengan kerja sama government-to-government (G2G) dan government-to-business (G2B) melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas.

Dari B2B menjadi G2G dan G2B

Perbedaan paling mendasar terletak pada siapa yang memegang kendali. Jika dulu pengadaan dilakukan antarbadan usaha, kini pemerintah sendiri yang melakukan lobi dan kesepakatan dengan negara pemilik sumber energi. Bahlil menyebut Amerika Serikat sebagai salah satu contoh negara yang bisa menjadi mitra pembelian LPG dalam skema ini.

Pengadaan lewat BLU Lemigas diarahkan khusus untuk kebutuhan energi nasional dan penugasan negara yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tujuannya, menurut pemerintah, adalah memangkas rantai perantara dan menata ulang tata kelola energi nasional.

Transisi masih berjalan

Meski demikian, skema baru ini belum bisa langsung diterapkan begitu saja. Pemerintah masih membutuhkan masa transisi sebelum mengalihkan sepenuhnya mekanisme pengadaan migas yang selama ini berjalan.

Konsolidasi internal dengan Pertamina masih dilakukan, dan Bahlil mengisyaratkan impor lewat Lemigas belum berjalan pada bulan berjalan. Dengan kata lain, aturan sudah ada, tetapi mesin pelaksananya masih disiapkan.

Bagi masyarakat, pesan terpenting dari kabar ini adalah arah kebijakannya: negara ingin memegang kendali langsung atas impor energi strategis. Seberapa besar dampaknya terhadap ketersediaan dan harga BBM serta LPG, baru akan terlihat setelah skema ini benar-benar berjalan penuh.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru