Selain itu, kenaikan harga beras dan BBM nonsubsidi yang terjadi baru-baru ini juga berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat. Faktor-faktor ini membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja dan mengakibatkan sepinya pengunjung di pasar tradisional.
"Bahkan sekarang, terutama kalangan menengah ke bawah, fokusnya lebih pada kebutuhan pangan.
Harga beras tahunan naik 18%, kebutuhan pasca pandemi juga tinggi, dan harga BBM nonsubsidi juga naik beberapa kali. Semua faktor ini membuat masyarakat menahan diri dalam berbelanja di pasar fisik," jelas Bhima.
Dengan demikian, sepinya pasar-pasar tradisional saat ini merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor, termasuk persaingan dari toko online, penurunan konsumsi produk non-pangan, dan kenaikan harga-harga bahan pokok yang membebani masyarakat.***
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
20 Daftar Item Termahal di Roblox yang Harganya Sangat Fantastis
Karya Komik The Far Side Paling Membingungkan yang Masih Sering Dibahas