Faktor sepinya pasar tradisional
Meskipun demikian, Bhima menekankan bahwa ada banyak faktor lain yang ikut memengaruhi kondisi pasar sepi saat ini, sehingga ia tidak dapat menyimpulkan bahwa toko online adalah penyebab utama sepinya pasar-pasar tradisional.
"Iya, memang ada pengaruhnya, tetapi ada banyak faktor lainnya juga. Memang persaingan yang tidak sehat di toko online merusak pasar fisik, terutama pasar-pasar retail, karena banyak barang impor yang masuk di toko online, baik di social commerce maupun di e-commerce," ujarnya kepada detikcom.
Menurut Bhima, sebelum maraknya toko online, konsumsi masyarakat terhadap produk-produk non-pangan, terutama pakaian jadi yang banyak dijual di pasar tradisional, telah mengalami penurunan. Kondisi ini mencerminkan lesunya penjualan produk di luar sektor pangan.
"Sebelum TikTok Shop menjadi populer, terjadi penurunan konsumsi produk-produk non-pangan, khususnya pakaian jadi, yang banyak dijual di pasar-pasar," ungkap Bhima.
Baca juga: Langsung Baca Mr. Baek Chapter 43 Sub Indo, Lengkap Update Baek XX Chapter Terbaru Bahasa Indonesia
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
20 Daftar Item Termahal di Roblox yang Harganya Sangat Fantastis
Karya Komik The Far Side Paling Membingungkan yang Masih Sering Dibahas