X-Men Outback #4 Review: Komik Nostalgia yang Terasa Lemah dan Biasa Saja

Ilustrasi halaman komik X-Men Outback
Ukuran Teks

Nostalgia dan perjalanan X-Men sering kali berjalan beriringan selama bertahun-tahun dalam industri komik.

Miniseri kilas balik hadir untuk memberikan sudut pandang baru bagi pembaca setia.

Marvel kembali mengajak pembaca ke era Australia melalui komik X-Men Outback garapan Steve Orlando dan Roi Mercado.

Gaya Penulisan Steve Orlando di X-Men Outback #4

Steve Orlando berupaya keras menangkap nuansa komik klasik X-Men tempo dulu.

Ia memasukkan berbagai elemen khas Chris Claremont seperti karakter mutan baru serta dinamika hubungan antartokoh.

Sayangnya, Orlando gagal membuat keseluruhan premis cerita tersebut terasa begitu memikat.

Subplot kecemburuan Madelyne Pryor terhadap mutan baru kurang digali secara mendalam.

Performa Seni Roi Mercado yang Inkonsisten

Era Outback X-Men sangat identik dengan kualitas visual terbaik dari para ilustrator legendaris masa lalu.

Sayangnya, gaya gambar Roi Mercado dalam edisi keempat ini tidak memiliki ciri khas yang kuat.

Seni komik ini terlihat cukup baik pada bagian awal saja.

Memasuki halaman-halaman berikutnya, kualitas gambar mulai terasa sketsa dan kehilangan detail pada adegan jauh.

Secara keseluruhan, komik X-Men Outback #4 dinilai kurang memiliki percikan magis yang memuaskan pembaca.

Rekomendasi

Update Terbaru