Sejarah adaptasi video game ke layar lebar sering kali diwarnai ulasan buruk akibat lemahnya narasi cerita asli.
Namun, film Resident Evil (2026) hadir dengan pendekatan berbeda yang lebih berfokus pada pengalaman bermain game.
Sutradara Zach Cregger memilih untuk menghadirkan kembali nuansa khas dari permainan survival horror alih-alih sekadar menyalin jalan cerita aslinya.
Film ini mendapatkan rating 4 dari 5 berkat kemampuan memadukan kengerian dan humor secara bersamaan.
Babak Awal yang Menegangkan
Aktor Austin Abrams memerankan karakter Bryan yang langsung dihadapkan pada situasi pelik sejak awal durasi.
Ia harus menghadapi konflik pribadi sebelum akhirnya kendaraannya menabrak seseorang di tengah jalan bersalju.
Ketegangan meningkat secara natural berkat arahan Cregger bersama penulis naskah Shay Hatten. Mereka berhasil mempermainkan ekspektasi penonton melalui kombinasi adegan mengejutkan dan momen komedi yang pas.
Gaya visual dan ritme cerita terasa sangat akrab bagi siapa saja yang pernah memainkan game horor. Karakter utamanya kerap digambarkan kebingungan mencari amunisi atau menghadapi pintu terkunci.
Kehilangan Momentum di Bagian Akhir
Meskipun paruh pertama berjalan hampir sempurna, film ini sempat kehilangan momentum menjelang akhir durasi. Kehadiran adegan eksposisi yang panjang membuat alurnya sedikit melambat.
Energi film kembali pulih begitu sang karakter utama berhasil melepaskan diri dari situasi tersebut. Secara keseluruhan, karya terbaru ini tetap menjadi tontonan yang sangat menghibur.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
10 PS2 Games Everyone Owned in the 2000s yang Wajib Dikenang
The Mummy: Dialog Ikonik Evelyn Carnahan Ini Masih Jadi yang Terbaik