⌂ Beranda News Death Stranding Versi A24: Petualangan Sinematik Paling Dinanti Dekade Ini

Death Stranding Versi A24: Petualangan Sinematik Paling Dinanti Dekade Ini

Death Stranding Versi A24: Petualangan Sinematik Paling Dinanti Dekade Ini
A A Ukuran Teks16px

Death Stranding diorganisir seputar dorongan yang berlawanan — koneksi adalah satu-satunya bentuk perlawanan yang bermakna terhadap kehancuran.

Detak mekanis game, yaitu tindakan fisik yang seringkali melelahkan untuk melintasi gunung, sungai, dan lanskap yang hancur, menjadi meditasi tentang kesepian dan kepahlawanan yang tenang untuk terus bergerak maju.

Hanya sedikit video game yang pernah membuat berjalan terasa seperti keseluruhan arsitektur emosional dari sebuah narasi.

Menerjemahkan premis itu ke dalam film adalah tantangan kreatif besar, dan juga peluang besar.

Sarnoski memiliki materi sumber yang atmosferik, memberi ruang baginya untuk menyusun aksi sesuai keinginannya.

Detail dunia yang membuat game ini begitu khas, seperti hujan timefall yang menua apa pun yang disentuhnya dan api penyucian hidup dari BT, adalah jenis citra yang akan menjadi visual tak terlupakan di layar lebar, terbebas dari mekanika kontrol.

A24 telah menghabiskan satu dekade membangun reputasi pada jenis penceritaan berani dan di luar kebiasaan seperti ini.

>>> Akhir dari Film Marvel Sony Membuat Penjahat MCU 10/10 Ini Terjebak di Alam Mati

Cast Bintang yang Sudah Ada

Hanya sedikit game dalam sejarah yang memiliki jajaran pemain seperti Death Stranding.

Norman Reedus memerankan Sam Porter Bridges, ditemani Mads Mikkelsen, Léa Seydoux, Margaret Qualley, dan sineas Guillermo del Toro dalam peran pendukung yang berkesan, dengan penampilan tambahan dari tokoh seperti Nicolas Winding Refn.

Ini bukan sekadar kerja motion capture yang dijadikan gimmick pemasaran; para pemain ini dikenal membawa keahlian dramatis yang tulus pada karakter yang wajah, suara, dan penampilan fisiknya menjadi bagian integral dari cerita.

Game ini sudah terasa seperti film, tetapi yang membutuhkan kontroler.

Fondasi casting yang ada ini memberi adaptasi film keunggulan awal yang kuat atas masalah yang menenggelamkan sebagian besar video game: karakterisasi yang tipis.

Belum ada konfirmasi casting untuk film ini, dan tidak ada jaminan pemain asli game akan kembali, tetapi karya karakter yang dibangun Kojima dan para pemainnya memberi Sarnoski materi yang kaya untuk diadaptasi, bukan menciptakan dari nol.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru