⌂ Beranda News 27 Tahun The Sixth Sense: Makna Ganda di Balik Kutipan Ikonik 'I See Dead People'

27 Tahun The Sixth Sense: Makna Ganda di Balik Kutipan Ikonik 'I See Dead People'

27 Tahun The Sixth Sense: Makna Ganda di Balik Kutipan Ikonik 'I See Dead People'
Ilustrasi: 27 Tahun The Sixth Sense: Makna Ganda di Balik Kutipan Ikonik 'I See Dead People'
A A Ukuran Teks16px

Sebuah twist yang bagus dapat mengubah cara pandang penonton terhadap keseluruhan film, terutama saat menonton ulang.

Jika mengetahui rahasia besar film sebelumnya, Anda akan menangkap hal-hal yang tidak disadari sebelumnya, termasuk foreshadowing yang membuat twist semakin memuaskan.

>>> Kreator My Hero Academia Kembali ke Shonen Jump dengan Manga Horor Baru

Hal ini juga berlaku pada dialog-dialog tertentu, yang terbaik di antaranya memiliki makna ganda, sehingga terasa lebih kuat saat ditonton kedua kali.

Dua puluh tujuh tahun lalu, film The Sixth Sense karya M.

Night Shyamalan tayang di bioskop pada 1999 dan meraih sukses besar berkat cerita yang menarik dengan twist yang luar biasa.

Film yang dibintangi Bruce Willis sebagai psikolog anak Dr. Malcolm Crowe ini mengisahkan upayanya membantu seorang anak bernama Cole Sears yang mengaku bisa berbicara dan melihat hantu.

"I see dead people," kata Cole kepadanya; kalimat itu menjadi ikonik dan memiliki makna baru setelah twist mengejutkan di akhir film: Malcolm sendiri sudah mati.

Kutipan Ikonik yang Melegenda

Bahkan jika Anda belum menonton The Sixth Sense, Anda mungkin mengenal kalimat paling ikoniknya: "I see dead people."

Kalimat ini telah dikutip di berbagai budaya pop sejak film dirilis pada Agustus 1999, termasuk dalam film komedi Scary Movie (2000).

Namun, hal itu tidak mengurangi kekuatan aslinya.

Kalimat Cole terasa mencekam, terutama saat diucapkan dengan bisikan oleh aktor Haley Joel Osment, dengan napas yang terlihat.

The Sixth Sense memang masih menjadi film horor yang menakutkan, menghadirkan beberapa hantu paling mengerikan di layar lebar, meski sebagian besar dari mereka baik hati.

Yang membuat kutipan ini ikonik adalah cara ia berfungsi sebagai foreshadowing. Cole melihat orang mati, dan seperti yang terungkap di akhir, Malcolm sendiri sudah mati sepanjang waktu.

Saat karakter Bruce Willis menyadari hal ini, kalimat bisikan Cole terngiang di kepalanya.

Kembalinya kalimat itu menjadi cara Shyamalan menjelaskan twist kepada penonton yang bingung, sekaligus mengubah konteks semua yang telah dilihat sebelumnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru