Sepuluh tahun setelah debutnya, The Promised Neverland masih dikenang sebagai salah satu manga Shonen Jump yang paling mengecewakan karena adaptasi anime-nya yang gagal.
Karya Kaiu Shirai dan Posuka Demizu ini pertama kali muncul di Weekly Shonen Jump pada 1 Agustus 2016.
>>> Kreator Fairy Tail Bocorkan Sedang Siapkan Karya Baru
Dengan premis yang kuat, manga ini sempat diprediksi menjadi salah satu waralaba legendaris dari majalah tersebut.
Awal yang Menjanjikan
The Promised Neverland memperkenalkan sekelompok anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.
Emma, Norman, dan Ray adalah tiga anak tertua dan terpandai, yang menemukan konspirasi gelap di balik panti asuhan tersebut.
Mereka menyadari bahwa panti asuhan itu hanyalah ladang untuk membesarkan anak-anak yang akan dijadikan makanan bagi iblis.
Arc pertama yang menceritakan rencana pelarian mereka menjadi salah satu arc terkuat di era 2010-an.
Manga ini sempat kehilangan momentum di bagian tengah, namun kembali menarik perhatian lewat Arc Goldy Pond.
Sayangnya, konflik melawan iblis dan pengungkapan asal-usul perjanjian manusia-iblis justru membuat cerita kehilangan arah.
>>> Este Haim Ingin Lebih Banyak Peran Akting Setelah One Night Only
Anime yang Menghancurkan Segalanya
Meski akhir manga masih diperdebatkan, para penggemar sepakat bahwa anime benar-benar mengacaukan waralaba ini.
Musim pertama berakhir dengan cliffhanger sempurna saat Emma dan anak-anak lain berhasil melarikan diri.
Musim kedua seharusnya mengadaptasi sembilan arc tersisa, tetapi justru melompat cepat dan melewatkan banyak peristiwa penting.
Anime hanya mengadaptasi sebagian elemen dari beberapa arc untuk mencapai akhir cerita dengan tergesa-gesa.
Akibatnya, penonton anime bingung dan penggemar manga kecewa karena banyak konten yang dihilangkan.
Kekacauan ini menghancurkan reputasi The Promised Neverland dan membuat penggemar sulit memaafkan adaptasi tersebut.
>>> 35 Karakter Anime Terpintar Sepanjang Masa, Peringkatnya
Kini, anime menjadi warisan yang melekat pada seri ini, dan kecil kemungkinan penggemar akan memberi kesempatan kedua pada adaptasi baru.