Volume terakhir manga Black Clover yang dirilis di Jepang akhirnya mengonfirmasi teori besar tentang Asta dan ibunya yang selama ini diduga penggemar.
Black Clover resmi berakhir awal tahun ini setelah 11 tahun berseri, dan penggemar melihat bagaimana semuanya berakhir bagi Asta dan lainnya di Kerajaan Semanggi.
>>> Sutradara Avengers Akui Rekor Spider-Man: 'The Gauntlet Has Been Passed'
Volume final manga ini telah tiba di Jepang, dan bersamanya penggemar juga mendapatkan jawaban atas beberapa pertanyaan terbesar mereka.
Selain volume final, Black Clover juga membagikan buku panduan khusus berisi informasi baru yang tidak sempat dimasukkan oleh kreator Yuki Tabata selama serialisasi.
Informasi tersebut mencakup detail lebih lanjut tentang karakter seperti ibu Asta, Licita, dan mengungkapkan bahwa karena kemampuannya, Asta lahir tanpa kekuatan sihir.
Hal ini akhirnya mengonfirmasi teori yang sudah lama dipegang penggemar.
Black Clover Konfirmasi Alasan Asta Lahir Tanpa Sihir
Telah diungkapkan selama Black Clover bahwa ibu Asta, Licita, memiliki kemampuan yang tidak menguntungkan yang bisa menguras sihir dan kekuatan hidup segala sesuatu di sekitarnya.
Dia diisolasi dari orang lain karena tidak bisa mengendalikan kemampuan ini, dan penggemar menduga bahwa ini adalah alasan Asta ditinggalkan di panti asuhan.
Seperti yang dijelaskan buku panduan khusus, sihir Asta terkuras dari tubuhnya saat masih di dalam kandungan Licita, tetapi dia tidak kehilangan kekuatan hidupnya dalam proses tersebut.
Ini memang mengonfirmasi mengapa Asta lahir tanpa sihir, tetapi detail lain dalam buku panduan mungkin mengonfirmasi mengapa dia akhirnya tertarik pada kemampuan Anti-Sihir di kemudian hari.
>>> Serial Aksi Terbaik Prime Video Kembali dengan Episode Baru dalam Seminggu
Terungkap bahwa Asta dikandung tanpa kehadiran ayah, dan entah melalui tindakan dewa atau iblis, Asta pada dasarnya adalah konsepsi tak bernoda di dalam Licita.
Ini membuat Asta menjadi keajaiban dalam lebih dari satu hal, dan bisa menjelaskan lebih lanjut mengapa dia tidak kehilangan kekuatan hidupnya bersama dengan kehilangan mana-nya.
