Dalam satu dekade terakhir, genre thriller psikologis mengalami kebangkitan yang luar biasa.
Meski film-film beranggaran besar mendominasi box office, masih ada ruang bagi karya-karya yang lebih tenang namun mampu membuat penonton terus menebak-nebak.
>>> From Season 5: 3 Teori Terbesar Setelah Akhir Musim ke-4
Beberapa thriller psikologis terbaik tidak sekadar misteri biasa, melainkan menggabungkan genre lain dan mendorong penonton untuk menarik kesimpulan sendiri di akhir cerita.
Berikut lima film thriller psikologis terbaik dalam 10 tahun terakhir yang berhasil menjadi klasik.
The Invisible Man: Perpaduan Thriller dan Horor yang Memikat
Sekilas, The Invisible Man garapan Leigh Whannell tidak tampak seperti thriller psikologis yang sempurna. Namun, film ini berhasil memadukan horor dengan genre tersebut secara memuaskan.
Mengikuti kisah Cecilia yang melarikan diri dari mantan pasangan yang kasar, ia yakin mantannya itu menemukan cara untuk menjadi tak terlihat dan menerornya.
Film ini dengan meyakinkan menggabungkan aksi menegangkan dengan pertanyaan apakah Cecilia benar-benar kehilangan akal atau tidak.
Dengan narasi yang kohesif, The Invisible Man dikenang sebagai kisah horor, tetapi juga layak dirayakan sebagai thriller yang menarik.
Nocturnal Animals: Permainan Persepsi yang Menantang
Sebagian kepuasan menonton thriller psikologis terletak pada tingkat interpretasi yang dibutuhkan. Jika The Invisible Man cukup jelas, Nocturnal Animals justru mempermainkan persepsi penonton.
Diadaptasi dari novel Tony & Susan karya Austin Wright, film tahun 2016 ini dibintangi Amy Adams sebagai pemilik galeri seni yang dihadapkan pada kesalahan masa lalunya.
Suatu hari, Susan menerima naskah dari mantan suaminya, Edward, yang merupakan reinterpretasi kejam dari hubungan mereka.
Nocturnal Animals berpindah-pindah antara peristiwa dalam novel dan kehidupan nyata, mempertemukan dua pemeran yang berbeda.
Saat Susan membaca buku itu, ia dihadapkan pada keputusannya meninggalkan Edward karena dianggap kurang ambisius.
Bagian terbaik dari film ini adalah momen-momen akhir yang membuat penonton bertanya-tanya tentang maksud Edward mengirimkan cerita tersebut.