Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2001, seri game Halo selalu eksklusif untuk konsol Xbox.
Namun, pengumuman bahwa Halo: Campaign Evolved akan hadir di PlayStation 5 (PS5) menjadi berita besar, menandai pertama kalinya seri ini tersedia di platform PlayStation.
Secara teori, ini membuka kesempatan bagi jutaan pemain yang belum pernah merasakan game Halo untuk memainkannya.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kedatangan Halo di PS5 ternyata tidak sebesar yang diperkirakan.
Performa Mengecewakan di PlayStation
Menurut data dari Circana's Player Engagement Tracker, Halo: Campaign Evolved menempati peringkat ke-29 sebagai game yang paling banyak dimainkan di PlayStation saat peluncurannya.
Meskipun game ini berhasil menjadi terlaris di PlayStation Store pada hari peluncuran, data keterlibatan pemain menunjukkan gambaran yang berbeda.
Hanya sekitar 1% dari total pengguna aktif PlayStation yang memainkan Halo: Campaign Evolved.
Sebagai perbandingan, di platform Xbox, game ini menempati peringkat ke-4 sebagai game yang paling banyak dimainkan, dengan 8% pemain Xbox meluncurkan game tersebut.
Di Steam, performanya berada di peringkat ke-14 dengan 2% pemain aktif.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pemilik PlayStation lebih tertarik pada ide Halo di konsol mereka daripada menikmati game itu sendiri.
Analis Mat Piscatella mengaitkan fenomena ini dengan tantangan besar bagi game baru di lingkungan yang didominasi oleh game layanan langsung (live service) yang sudah mapan, seperti Fortnite dan Marvel Rivals yang memiliki acara besar di sekitar waktu peluncuran Halo.
Meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti mengenai nasib jangka panjang Halo: Campaign Evolved di PS5, kesenjangan besar antara pemain aktif di PlayStation dan Xbox saat peluncuran jelas menunjukkan bahwa game ini belum menjadi hit instan di PS5.
Namun, penjualan yang kuat di PlayStation mungkin cukup untuk membenarkan keputusan kontroversial Xbox untuk membawa Halo ke platform tersebut.
Meskipun demikian, kurangnya keterlibatan aktif membuat kemungkinan kembalinya status eksklusif Xbox untuk game Halo berikutnya semakin besar.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Kutipan Terbaik Galvatron Tetap Menjadi Dialog Legendaris dalam Sejarah Transformers
10 Film Horor Klasik yang Dinilai Telah Kehilangan Kualitas