Genre fiksi ilmiah telah lama menjadi tulang punggung anime, terus berkembang dari mecha hingga opera antariksa dan cyberpunk.
Khususnya, genre sci-fi hard menonjol dengan penekanannya pada akurasi ilmiah dan teknologi yang mungkin terwujud di masa depan.
>>> Mistfall Hunter Geser Palworld dan Halo, Jadi Game #1 Terlaris di Steam
Dekade 2020-an telah menghadirkan sejumlah judul anime sci-fi hard yang memukau, menggabungkan konsep ilmiah yang mendalam dengan narasi yang kuat.
Moonrise: Konflik Geopolitik di Bulan
Anime orisinal WIT Studio, Moonrise, yang tayang di Netflix pada 2025, mungkin luput dari perhatian awal.
Namun, serial 18 episode ini menawarkan opera antariksa yang kuat dengan eksplorasi kolonisasi bulan dan konflik geopolitik antara Bumi dan Bulan.
Moonrise tidak hanya menyajikan plot twist yang emosional, tetapi juga penggambaran realistis tentang tantangan perjalanan luar angkasa, kelangkaan sumber daya, dan status sosial di Copernicus City, sebuah peradaban di bulan.
Teknologi militer yang disesuaikan dengan gravitasi bulan dan peran kecerdasan buatan dalam mengoptimalkan kebahagiaan menjadi elemen menarik yang memperkaya narasi.
The Orbital Children: AI dan Kelangsungan Hidup di Luar Angkasa
Dirilis pada 2022, The Orbital Children adalah anime sci-fi hard yang terlupakan, namun sangat relevan bagi penggemar karya seperti The Martian.
Berlatar tahun 2045, anime ini mengikuti lima anak yang terdampar di stasiun luar angkasa.
Mereka harus mengandalkan kecerdasan buatan, teknologi, dan sains untuk bertahan hidup. Dibuat oleh Mitsuo Iso, anime ini mengeksplorasi potensi teknologi prediktif dan batasan AI.
Lebih jauh, The Orbital Children juga menyentuh tema transhumanisme dan perbedaan antara manusia yang lahir di Bumi dan yang hidup di luar angkasa.
86: Eighty-Six, Perang dan Propaganda
86: Eighty-Six menyajikan kisah perang yang brutal, menyoroti manipulasi kebenaran oleh Republik San Magnolia dalam perangnya melawan Kekaisaran Giad.
Klaim perang tanpa korban jiwa terungkap sebagai kebohongan.
Unit mecha Juggernaut yang diklaim tanpa awak ternyata dikendalikan oleh minoritas yang teraniaya. Anime ini menjadi cerita tentang empati, penindasan sistemik, dan propaganda manipulatif.