Sony akhirnya angkat bicara setelah sebulan menghadapi kritik atas rencana menghentikan produksi cakram fisik pada 2028. Namun, perusahaan tetap pada pendiriannya untuk beralih ke digital sepenuhnya.
Keputusan ini kembali memicu kemarahan para gamer. Banyak pemilik PlayStation yang mengaku tidak akan membeli konsol lagi jika Sony melanjutkan rencana tersebut.
>>> 10 Anti-Hero Anime dengan Karakter Terbaik, Peringkatnya
Pernyataan terbaru dari Sony semakin memperjelas bahwa mereka tidak akan mundur.
Hal ini terjadi menjelang aksi protes yang direncanakan oleh konsumen, yang berharap dapat memberikan dampak finansial bagi Sony.
Sony Mendengar, tapi Tidak Peduli?
Sejak awal pengumuman, Sony menghadapi reaksi keras. Kekhawatiran tentang kepemilikan game digital dan hilangnya pasar game bekas menjadi alasan utama penolakan.
CFO Sony menegaskan bahwa perusahaan menyadari kritik tersebut, tetapi tidak mengubah rencana. Banyak yang menafsirkan respons ini sebagai 'Kami dengar, tapi kami tidak peduli'.
>>> Jake Johnson dan Mary Steenburgen Main 'We're Not Really Strangers' di The Dink
Para gamer kembali meluapkan kemarahan di media sosial. Banyak yang bersumpah tidak akan membeli konsol PlayStation lagi, dan sebagian memprediksi PS6 akan gagal total.
Seorang Redditor menyindir, 'Saya dengan hati-hati melangkah untuk tidak memberikan Sony uang lagi.' Ada pula yang menyerukan pembatalan pre-order game besar seperti GTA 6 sebagai bentuk protes.
Meski ada yang mengapresiasi Sony karena mengakui kritik, pernyataan tersebut justru memperbesar kemarahan. Protes PlayStation Blackout dikabarkan akan semakin ramai.
>>> Penampilan Perdana Kathryn Hahn sebagai Mother Gothel di Film Live-Action Tangled Terungkap
Rilis PS6 masih lama, tetapi game eksklusif berikutnya, Marvel's Wolverine, akan hadir dalam sebulan. Penjualannya bisa menjadi indikator seberapa besar dampak boikot ini.
