⌂ Beranda News 4 Film Disney yang Terlalu Gelap untuk Anak, Termasuk yang Tertunda Rilis VHS

4 Film Disney yang Terlalu Gelap untuk Anak, Termasuk yang Tertunda Rilis VHS

4 Film Disney yang Terlalu Gelap untuk Anak, Termasuk yang Tertunda Rilis VHS
Ilustrasi: 4 Film Disney yang Terlalu Gelap untuk Anak, Termasuk yang Tertunda Rilis VHS
A A Ukuran Teks16px

Disney telah membangun citra sebagai studio yang identik dengan dongeng, musikal, dan akhir bahagia. Namun, sejarahnya tidak selalu dipenuhi hal-hal ringan dan ceria.

Jauh sebelum film seperti Coraline, Monster House, atau ParaNorman menunjukkan bahwa film anak-anak bisa kelam, Disney sebenarnya sudah melakukannya beberapa kali.

>>> Game LEGO Party Hadir di Switch 2 dengan Upgrade Gratis

Banyak dari film tersebut tidak sepopuler judul-judul terkenal lainnya, sebagian karena nuansanya yang berat.

Bagaimana studio yang dikenal memproduksi film keluarga bisa menghasilkan karya yang begitu kelam? Kini, film-film tersebut justru memiliki penggemarnya sendiri.

Setidaknya, mereka menjadi pengingat upaya Disney membangun katalog yang lebih unik dan eksperimental.

Fantasia: Kontemplasi yang Berujung Mencekam

Tidak banyak yang mengingat Fantasia, bahkan sebagian tidak tahu keberadaannya.

Ini karena film tersebut merupakan salah satu film awal Disney dan tidak pernah populer, terutama karena jauh dari konvensional.

Judulnya terdengar klasik dan indah, tetapi film ini terdiri dari beberapa segmen independen tanpa alur cerita tunggal. Setiap segmen dibuat untuk menghidupkan musik klasik.

Yang membuatnya masuk daftar ini adalah urutan paling mencekam di akhir film: kemunculan Chernabog, makhluk iblis raksasa yang membangunkan roh, hantu, dan jiwa terkutuk.

Pengalaman visualnya berat bahkan untuk standar sekarang, apalagi film ini rilis pada 1940.

Fantasia terasa dibuat untuk dikagumi daripada dinikmati luas, dan sebagian besar filmnya lebih kontemplatif daripada cerita Disney tradisional.

Namun, menit-menit akhirnya cukup untuk menempatkannya dalam daftar ini.

Pinocchio: Lebih dari Sekadar Hidung yang Memanjang

Saat memikirkan Pinocchio, banyak yang teringat kisah emosional tentang boneka kayu yang hidungnya memanjang saat berbohong. Namun, setengah bagian film lainnya sering terlupakan.

Animasi ini mengikuti protagonis yang mencoba membuktikan dirinya layak menjadi anak sungguhan.

Tapi tujuan itu sering terabaikan saat ia terjebak dalam situasi yang mendekati horor psikologis untuk film anak-anak.

Contohnya, urutan Pleasure Island yang masih menjadi salah satu momen paling tidak nyaman dalam sejarah Disney: anak-anak dipikat ke tempat bebas berbuat apa saja, hanya untuk menyadari bahwa mereka diubah menjadi keledai dan dijual sebagai hewan pekerja.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru