Kokushibo adalah iblis peringkat tertinggi di Twelve Kizuki, dikenal sebagai Upper Rank One dalam serial Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.
Ia memiliki kemampuan bertarung luar biasa dengan teknik Moon Breathing dan pedang Flesh Katana buatan dagingnya sendiri.
>>> Film Nova MCU Dikabarkan Gabungkan Gaya Guardians of the Galaxy dan Superman
Di balik kekuatannya, Kokushibo menyimpan kelemahan psikologis akibat rasa iri terhadap adik kembarnya, Yoriichi Tsugikuni.
Profil dan Latar Belakang Kokushibo
Sebelum menjadi iblis, Kokushibo adalah manusia bernama Michikatsu Tsugikuni, seorang Demon Slayer legendaris pada zaman Sengoku.
Ia adalah saudara kembar Yoriichi Tsugikuni, pemburu iblis terkuat sepanjang masa. Rasa iri dan obsesi untuk melampaui adiknya membuatnya menerima tawaran Muzan Kibutsuji menjadi iblis.
Kokushibo telah hidup lebih dari 480 tahun dan memiliki postur besar dengan tinggi 190 cm dan berat 93 kg.
Penampilannya ikonik dengan enam mata emam, rambut hitam-merah panjang, dan Demon Slayer Mark berbentuk api di dahi serta pipi.
Ia pertama kali muncul di manga Chapter #98 dan di anime Episode #45 saat para Upper Rank berkumpul di Infinity Castle.
Kokushibo hanya muncul di dua arc: Swordsmith Village Arc dan Infinity Castle Arc.
Di arc terakhir, ia menjadi bos terakhir yang dilawan Muichiro Tokito, Gyomei Himejima, Sanemi Shinazugawa, dan Genya Shinazugawa.
Kekuatan Kokushibo
Sebagai Upper Rank One, Kokushibo adalah iblis super kuat yang hanya bisa dikalahkan oleh Muzan Kibutsuji.
Ia memiliki akses ke Transparent World, kemampuan melihat otot, aliran darah, dan gerakan sendi musuh.
>>> Janemba, Villain Terkuat Dragon Ball Z, Kembali Setelah 31 Tahun
Kokushibo juga memiliki Indomitable Will dan Tactical Intellect, membuatnya selalu beradaptasi dalam pertempuran.
Kemampuan iblisnya meliputi Biological Absorption, Flesh Manipulation untuk menciptakan Flesh Katana, dan regenerasi luar biasa yang membuatnya kebal terhadap pemenggalan biasa.
Ia bisa bertransformasi menjadi wujud lebih mengerikan dengan taring, tanduk, dan ekor kalajengking.
