Serial One Piece baru-baru ini mengungkap keberadaan 19 senjata yang berasal dari masa pembentukan Pemerintah Dunia setelah Void Century.
Senjata-senjata ini kini berada di bawah kendali Imu, Raja Dunia, dan berpotensi lebih penting daripada Senjata Kuno yang telah lama menjadi sorotan.
Senjata Kuno, seperti Pluton, Poseidon, dan Uranus, telah lama digambarkan sebagai kekuatan penghancur terbesar di dunia One Piece.
Salah satu di antaranya bahkan digunakan Imu untuk menghapus sebuah pulau.
Dua lainnya, yang tersembunyi di Wano dan dalam diri Shirahoshi, diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam perang terakhir.
Namun, Senjata Kuno tidak secara langsung ditujukan untuk membantu Luffy mengalahkan Imu dan Pemerintah Dunia.
Justru, dengan Pemerintah Dunia yang sudah menguasai salah satu Senjata Kuno, mereka menjadi potensi hambatan besar.
Senjata Baru di Bawah Kekuasaan Imu
Dalam Chapter 1189, terungkap bahwa 19 kerajaan membentuk Pemerintah Dunia dengan menempatkan senjata mereka di sekitar Tahta Kosong.
Imu dapat menggunakan senjata-senjata ini melalui Omen, dan juga memberikannya akses kepada bawahannya, God's Knights.
Kehadiran 19 senjata ini menyoroti hilangnya senjata ke-20.
Hal ini penting karena One Piece sebelumnya telah menyatakan bahwa 20 kerajaan bersatu melawan Kerajaan Besar sebelum Void Century.
Salah satu penguasa yang menolak adalah Nefertari D. Lily, dan senjata kerajaannya mungkin menjadi kunci pemberontakan terhadap Imu.
Senjata yang mewakili klan Nefertari ini bisa menjadi simbol perlawanan yang mampu mengalahkan Imu.
Obsesi Imu terhadap Lily dan Vivi mungkin terkait dengan keinginannya untuk merebut senjata yang dapat menentangnya ini.
Mengingat belum ada senjata yang mampu melukai Imu, termasuk Ragnir milik Loki, ada kemungkinan cara spesifik untuk mengalahkannya.
Hilangnya senjata ke-20 di tengah persatuan 20 kerajaan adalah detail krusial yang tidak boleh diabaikan.
Dengan cerita One Piece yang memasuki babak akhir, misteri seputar senjata ke-20 ini kemungkinan akan segera terungkap, memberikan petunjuk penting untuk mengakhiri konflik besar.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Film Kedua Robin Williams Gagal di Bioskop Kini Jadi Kultus
Remake Live-Action Hercules Butuh Tom Holland dan Zendaya