Sejumlah penggemar PlayStation mengumumkan kampanye "PS5 Blackout" sebagai bentuk protes terhadap keputusan kontroversial Sony yang akan menghentikan produksi game fisik pada tahun 2028.
Pengumuman ini menyusul petisi yang menuntut Sony membatalkan keputusannya, yang telah mengumpulkan lebih dari 345.000 tanda tangan.
>>> Sekuel The Simpsons Movie Akhirnya Diumumkan Setelah 19 Tahun
Akun populer di platform X, Does It Play, mengumumkan kampanye ini pada 26 Juli.
Aksi ini mengajak para penggemar dan kreator PlayStation untuk tidak berinteraksi dengan ekosistem PlayStation selama satu minggu di bulan Agustus.
Hal ini berarti tidak ada login ke PS Plus, tidak ada permainan game PS5, dan tidak ada pembelian di PlayStation Store.
Seruan ini tidak hanya ditujukan bagi pengguna PS5 dan PS5 Pro, tetapi juga pengguna PS4 dan seluruh penggemar PlayStation di platform lain.
Detail PS5 Blackout
Acara ini dijadwalkan dimulai pada 23 Agustus pukul 19:00 waktu setempat dan berakhir pada 31 Agustus pukul 19:00 waktu setempat.
Penyelenggara menyatakan bahwa periode waktu ini dipilih untuk meminimalkan dampak pada pengembang dan penerbit, sembari tetap mengirimkan pesan kuat kepada Sony.
>>> Star Trek Rayakan 60 Tahun dengan Kumpulan Cerita dari Para Kreator Ternama
Mereka berargumen bahwa keputusan penghentian game fisik ini hanyalah puncak dari serangkaian masalah yang dihadapi penggemar PlayStation selama generasi konsol ini.
Contoh yang disebutkan termasuk penutupan studio game seperti Bluepoint, fokus besar pada game layanan langsung (live-service) yang mengorbankan game single-player, pembatalan acara penggemar, dan penanganan yang kurang baik terhadap franchise favorit penggemar.
Para penyelenggara merasa Sony semakin menjauh dari basis penggemarnya, meskipun mereka memahami ada batasan dalam kendali perusahaan.
Belum jelas apakah acara yang diorganisir oleh penggemar ini akan cukup berhasil untuk membuat Sony mendengarkan tuntutan mereka.
Sebelumnya, saat kontroversi serupa memanas, perilisan digital Call of Duty: Black Ops dan Black Ops 2 di PlayStation Store justru menyebabkan lonjakan pembelian, bahkan sampai membuat PS Store sempat mengalami kendala.
>>> 20 Tahun 52: Komik Ambitius DC yang Mengubah Lanskap Pahlawan Super
Hal ini menunjukkan bahwa kampanye "PS5 Blackout" akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.
