Penggemar anime Funimation menghadapi masa depan yang tidak pasti karena Crunchyroll secara diam-diam menghapus sejumlah besar episode dari perpustakaan streamingnya di Amerika Serikat.
Penghapusan ini menandai berakhirnya ketersediaan beberapa judul anime populer di platform tersebut.
Belum lama ini, judul-judul seperti Black Lagoon, Blood Blockade Battlefront, dan Grimgar: Ashes and Illusions menghilang dari Crunchyroll tanpa peringatan.
Sejak 19 Juli, Blood Blockade Battlefront, Grimgar: Ashes and Illusions, serta Orange, As the Gods Will, dan Rokka: Brave of the Six Flowers telah 'dihapus' dari platform.
Situasi ini membuat banyak penggemar bingung dan kesal.
Beberapa bahkan bergegas mencari versi fisik DVD dan Blu-ray dari judul favorit mereka, yang kini juga semakin sulit ditemukan.
Kelangkaan Fisik dan Kenaikan Harga
Dalam lingkungan streaming saat ini, tidak jarang lisensi konten berakhir tanpa perpanjangan. Namun, kebiasaan Crunchyroll melakukan ini tanpa pemberitahuan kepada penggemar telah menjadi keluhan yang konsisten.
Penghapusan ini tampaknya secara tidak proporsional menargetkan properti yang dilisensikan oleh Funimation sebelum merger dengan Crunchyroll pada tahun 2021.
Analis industri anime Dan Mansfield melaporkan bahwa sebagian besar judul Funimation yang dilisensikan dan didistribusikan sebelum 2022 kini sudah tidak dicetak lagi.
Kelangkaan yang meningkat ini juga telah mendorong kenaikan harga di pasar sekunder.
Penggemar yang ingin menambah koleksi fisik mereka didesak untuk segera bertindak selagi beberapa Blu-ray masih tersedia dengan harga asli.
Di platform seperti Reddit, penggemar menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka berharap Crunchyroll setidaknya memberikan daftar judul yang akan dihapus, seperti yang dilakukan Netflix.
HIDIVE juga disebut sebagai contoh pesaing yang memberikan pemberitahuan sebelumnya.
Perubahan lain yang berdampak adalah pengumuman Crunchyroll mengenai toko online-nya. Mulai Agustus 2026, Crunchyroll Store hanya akan dapat diakses oleh pelanggan Mega dan Ultimate Fan.
Perubahan ini, bersama dengan perombakan toko yang digambarkan sebagai 'pengalaman belanja baru', diartikan oleh sebagian kritikus sebagai upaya memaksimalkan keuntungan setelah pengurangan inventaris toko dan akuisisi Right Stuf.
Pembatasan akses ini memaksa banyak pengguna lama toko untuk beralih ke pengecer lain.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Kisah The Mandalorian Kembali Kuasai Darksaber Diadaptasi ke Komik Terbaru
Film Aksi 94 Menit Alan Ritchson Kembali Masuk Jajaran Top 10 Prime Video