Film Clayface diposisikan sebagai film ketiga dalam DC Universe yang baru terbentuk, sebuah pilihan yang cukup mengejutkan mengingat statusnya sebagai musuh Batman kelas C.
Film ini tampaknya akan mengadaptasi saga ikonik dari serial animasi "Batman: The Animated Series" yang berjudul “Feat of Clay”, meskipun tanpa kehadiran Batman.
>>> 5 Fakta Resident Evil Requiem yang Mungkin Terlewatkan Penggemar Setia
Meskipun potensi kualitasnya tinggi, film ini memiliki beberapa hambatan besar yang harus diatasi.
Salah satunya adalah performa komersial Supergirl yang mengecewakan, sementara Clayface bahkan kurang dikenal dibandingkan Kara.
Ditambah lagi, rating R untuk Clayface berpotensi membatasi potensi box office-nya.
Film ini juga harus menghubungkan versi gelap dan kelam dari karakter ini dengan Clayface yang muncul di "Creature Commandos", karena keduanya dimaksudkan sebagai entitas yang sama.
Menjadikan Villain Pusat Perhatian Penonton
Hambatan terbesar Clayface, yang juga menjadi masalah bagi banyak film lain, adalah bagaimana membuat penggemar komik peduli pada film yang berpusat pada seorang villain.
Banyak studio telah mencoba membuat film tentang penjahat komik, namun jarang ada yang berhasil menjawab pertanyaan mengapa penonton harus peduli.
Kualitas film superhero seringkali bergantung pada supervillainnya, namun belum terbukti bahwa film yang fokus pada penjahat bisa menjadi hebat.
Contohnya adalah semesta sinematik Spider-Man dari Sony yang menampilkan serangkaian film buruk seperti Venom, Morbius, Madame Web, dan Kraven the Hunter.
DC sendiri juga tidak terlalu sukses dalam membuat film tentang villainnya.
Meskipun Joker (2019) awalnya mendapat sambutan positif, penggemar komik tidak pernah sepenuhnya menyukainya, dan tinjauan retrospektif cenderung kurang menguntungkan.
Suicide Squad dianggap sebagai salah satu film terburuk DCEU, sementara Birds of Prey gagal secara komersial dan kritis.
The Suicide Squad memang bagus, tetapi itu bukan film villain sejati karena menampilkan sekelompok penjahat yang tidak dikenal audiens umum dalam peran heroik.
Kini, Clayface menjadi kandidat berikutnya untuk meyakinkan penonton agar peduli pada film solo villain.