Saat seorang Eropa yang juga turut dalam rombongan panitia melihat luka tersebut, ia langsung bertanya, "Mengapa berdarah?" Orang yang terluka menjawab, "Tangan saya kakarut." Namun, sang Eropa, yang tidak fasih berbahasa Sunda, salah menyebutnya sebagai "gagarut."
Sejak saat itu, para anggota panitia ini mulai menyebut tanaman berduri tersebut dengan sebutan "Ki Garut" dan telaga kecilnya dinamai "Ci Garut.
Dengan ditemukannya Ci Garut, akhirnya daerah sekitarnya dikenal dengan nama Garut.
Bupati Kabupaten Limbangan, Adipati Adiwijaya, memberikan restu untuk menjadikan Garut sebagai ibu kota Kabupaten Limbangan.
Sejak itu, Garut telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kota yang penuh dengan sejarah dan makna.***