Banyak penggemar Attack on Titan (AoT) yang masih bertanya-tanya mengapa Hajime Isayama memilih akhir cerita dengan Mikasa membunuh Eren.
Padahal, keduanya terlihat sangat cocok dan seharusnya mendapatkan akhir bahagia.
>>> Elseworlds Baru DC Kehilangan Esensi yang Membuatnya Istimewa
Untuk memahami keputusan tersebut, perlu melihat perjalanan panjang para anggota Survey Corps, khususnya Korps Latihan ke-104. Titik balik terjadi saat Eren berubah dari protagonis menjadi antagonis utama.
Transformasi Eren Menjadi Antagonis
Setelah berhasil mencapai laut, Eren dan kawan-kawan menyadari bahwa dunia di luar Paradis masih dilanda konflik global.
Eren kemudian berkomplot dengan Zeke untuk mewujudkan rencana Euthanasia, namun ternyata ia hanya memanfaatkan darah bangsawan Zeke untuk mengaktifkan Rumbling.
Dengan kekuatan Shingeki no Kyojin yang bisa mengatur masa depan, Eren menjadi ancaman besar yang harus dihentikan.
Penolakan Mikasa untuk Membunuh Eren
Sebelum klimaks, ide membunuh Eren sudah beberapa kali diajukan oleh anggota Aliansi Global.
Connie, Annie, dan bahkan Eren sendiri pernah menyebutkan bahwa satu-satunya cara menghentikan Rumbling adalah dengan membunuhnya.
Namun, Mikasa selalu menolak dan ingin mencari cara non-lethal. Ia masih berharap bisa berdialog dengan Eren dan mengubah pikirannya.
>>> Review Star Trek: Strange New Worlds Season 4 – Puncak Kualitas Serial
Perubahan terjadi saat pertempuran final di Fort Salta. Eren membawa Mikasa ke dalam Paths dan menunjukkan alternate timeline.
Di timeline itu, Mikasa menjalani empat tahun hidup berdua dengan Eren dalam damai. Pengalaman ini membuat Mikasa akhirnya rela melepaskan Eren.
Setelah kembali ke dunia nyata, Mikasa mengetahui posisi Eren dan meminta bantuan Levi untuk membukakan jalan ke mulut Colossus Titan.
Di sana, dengan Ymir sebagai saksi, Mikasa menebas kepala Eren sambil memberikan kecupan terakhir.
Tindakan ini menghentikan Rumbling selamanya dan menyelamatkan dunia.
Keputusan Mikasa juga dipengaruhi oleh pesan terakhir Eren yang memintanya untuk melupakannya. Mikasa yakin bahwa dialah orang yang dikehendaki Eren untuk mengakhiri hidupnya.
Komunitas AoT percaya bahwa Mikasa membunuh Eren karena ia akhirnya menerima kenyataan dan ingin menutup luka masa lalu dengan cara yang Eren sendiri inginkan.