⌂ Beranda News Novel Star Wars Terbaru Ungkap Sifat Asli Lightsaber dan Misteri The Force Awakens

Novel Star Wars Terbaru Ungkap Sifat Asli Lightsaber dan Misteri The Force Awakens

Novel Star Wars Terbaru Ungkap Sifat Asli Lightsaber dan Misteri The Force Awakens
Ilustrasi: Novel Star Wars Terbaru Ungkap Sifat Asli Lightsaber dan Misteri The Force Awakens
A A Ukuran Teks16px

Setelah 49 tahun, Star Wars akhirnya mengungkap kebenaran tentang lightsaber, sekaligus menjelaskan misteri terakhir dari film The Force Awakens.

Novel terbaru Ashley Poston, "Eyes Like Stars," memberikan jawaban atas pertanyaan lama mengenai fenomena Rey yang terpanggil oleh lightsaber di kastil Maz Kanata.

>>> 25 Tahun Spirited Away: Mahakarya Studio Ghibli yang Mengubah Dunia Anime

Novel yang berfokus pada lightsaber kuning dari era High Republic ini secara halus mengonfirmasi dugaan mengenai kristal kyber.

Kristal-kristal ini ternyata memiliki kesadaran, ingatan, dan rasa kepemilikan.

Kristal Kyber yang Sentient dan Panggilan Force

Dalam "Eyes Like Stars," terungkap bahwa lightsaber "ingin pulang." Hal ini menunjukkan bahwa kristal kyber dalam lightsaber dapat dianggap sebagai karakter tersendiri dengan kehendak mereka.

Fenomena Rey menyentuh lightsaber dan mengalami serangkaian visi (Forceback) kini dapat dipahami sebagai momen ketika lightsaber itu sendiri memilih untuk terhubung dengannya.

Melalui lightsaber tersebut, Rey juga terikat dengan para penggunanya terdahulu, termasuk Luke Skywalker.

Kemampuan Rey menggunakan lightsaber dengan baik saat duel melawan Kylo Ren juga dapat dijelaskan karena kristal tersebut telah terikat dan memilihnya.

>>> Anime Shonen Jump Populer 'Summer Time Rendering' Akan Diadaptasi Menjadi Film Live-Action

Sebaliknya, lightsaber Kylo Ren ditenagai oleh kristal kyber yang retak dan tidak pernah benar-benar terikat dengannya.

Proses 'Bleeding' Kristal Kyber dan Sisi Gelap Sith

Kristal kyber secara alami selaras dengan sisi terang Force. Sith mengubahnya melalui proses 'bleeding,' yaitu memaksa kehendak mereka pada kristal hingga berubah warna menjadi merah.

Jika kristal bersifat sentient, maka tindakan 'bleeding' ini adalah bentuk perbudakan terhadap makhluk hidup.

Warna merah pada lightsaber Sith bukanlah warna asli kristal, melainkan representasi kejahatan Sith yang dipaksakan.

Kylo Ren tidak sepenuhnya berhasil dalam proses 'bleeding' ini; kristalnya retak karena resistensi yang lebih kuat dari komitmennya pada sisi gelap.

>>> Mengenal Mod Honor of Kings: Fitur, Cara Pasang, dan Risikonya

Suara mendesis dari lightsabernya menunjukkan potensi penebusan yang mungkin tidak disadarinya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru