Ryan Gosling telah membangun karier yang mengesankan sejak film-film awal seperti The Notebook, menghasilkan karya-karya yang dianggap mahakarya.
Ia telah membintangi beragam proyek, mulai dari film kultus yang dicintai hingga kesuksesan box office besar, yang mengukuhkan basis penggemarnya yang kuat.
>>> 5 Serial Anime Klasik Adult Swim yang Kini Sulit Ditonton
Beberapa filmnya menonjol berkat penulisan yang luar biasa, efek visual yang imersif, dan penceritaan yang epik.
Bekerja dengan sutradara-sutradara paling kreatif di masanya, Gosling telah membuktikan kemampuannya dalam berbagai genre.
Drive: Permata Neo-Noir Aksi yang Menyentuh
Drive mengisahkan seorang pengemudi pengganda di Los Angeles yang juga bekerja sebagai pengemudi pelarian untuk dunia kriminal kota.
Ketika ia terlibat dalam perampokan yang dilakukan oleh suami tetangganya yang terasing, ia harus berhadapan dengan bos kejahatan lokal.
Film ini menampilkan gaya neo-noir modern yang kental, terinspirasi dari film-film Western klasik. Gosling memerankan tipe pahlawan pendiam, memungkinkan penonton untuk berproyeksi pada karakternya.
Film ini berhasil memuaskan penggemar genre balas dendam dan gangster.
The Nice Guys: Komedi Neo-Noir Terbaik dari Shane Black
Shane Black dikenal dengan film-film komedi neo-noir modernnya, dan The Nice Guys dianggap sebagai puncaknya.
Dalam film ini, Gosling berperan sebagai Lincoln March, seorang detektif swasta kikuk pada tahun 1970-an yang terpaksa bekerja sama dengan seorang penegak hukum yang kasar.
Bersama Russell Crowe, Gosling menampilkan salah satu peran pahlawan paling disukai, seorang penyelidik yang selalu sial.
Film ini adalah satir yang menyenangkan dari film-film detektif klasik dan menjadi bukti kemampuannya dalam dinamika buddy comedy.
>>> Karakter Marvel yang Sempurna di Bagan Penyelarasan D&D
Barbie memberikan Ryan Gosling peran antagonis yang luar biasa sebagai Ken. Kemunculannya sebagai Ken yang berusaha membawa visinya tentang patriarki ke Barbieland menjadi sorotan utama film.
Sebagai Ken, Gosling mencuri perhatian dengan nomor musikalnya dan kesalahpahaman yang nyaris menggemaskan tentang patriarki.