⌂ Beranda News 35 Tahun Lalu, X-Men Akhiri Era Emas dengan Kisah Paling Penting

35 Tahun Lalu, X-Men Akhiri Era Emas dengan Kisah Paling Penting

35 Tahun Lalu, X-Men Akhiri Era Emas dengan Kisah Paling Penting
Ilustrasi: 35 Tahun Lalu, X-Men Akhiri Era Emas dengan Kisah Paling Penting
A A Ukuran Teks16px

Tiga puluh lima tahun lalu, seri komik Uncanny X-Men mengalami perubahan besar.

Peristiwa ini menandai akhir dari salah satu era paling produktif dan penting bagi tim mutan legendaris Marvel.

>>> Serial Harry Potter Pecahkan Rekor Anggaran Streaming Sebelum Tayang

Era tersebut adalah masa kepenulisan Chris Claremont yang legendaris.

Ia mengambil alih X-Men saat tim tersebut hampir dibatalkan pada awal 1970-an, dan mengubahnya menjadi kekuatan global yang dikenal di seluruh Marvel Universe.

Akhir Era Claremont dan 'Muir Island Saga'

Karya Claremont selama 17 tahun telah mendefinisikan ulang X-Men dan komik secara umum.

Ia adalah dalang di balik cerita-cerita paling berpengaruh seperti 'The Dark Phoenix Saga' dan 'God Loves, Man Kills'.

Titik akhir dari kepenulisan Claremont di seri Uncanny X-Men terjadi pada edisi #280. Cerita ini, yang dikenal sebagai 'Muir Island Saga', menjadi penutup yang sempurna bagi masa baktinya.

Meskipun Claremont turut menggarap dua isu pertama bersama Fabian Nicieza dan Jim Lee, ia kemudian beralih ke volume kedua X-Men.

Namun, 'Muir Island Saga' tetap dianggap sebagai finale terbaik untuk sebuah run kepenulisan.

Dalam saga ini, Shadow King mengambil alih X-Men di Muir Island dengan tujuan menguasai dunia.

X-Men dan X-Factor bersatu untuk mengalahkannya, bahkan tim X-Men asli harus berhadapan dengan tim baru.

>>> Film Solo Leveling Segera Hadir: 3 Hal yang Perlu Diketahui Penggemar

Pertarungan klimaks terjadi di Astral Plane antara Profesor X dan Shadow King. Meskipun berhasil mengalahkan musuh, Xavier harus kehilangan kemampuan berjalan akibat ulah Legion.

Pesan Cinta Melawan Kebencian

'Muir Island Saga' tidak hanya mereinventasi X-Men, tetapi juga menjadi babak penting bagi Profesor X. Claremont memahami bahwa Xavier adalah jantung dari X-Men, dan mimpinya adalah fondasi mereka.

Pertarungan melawan Shadow King, musuh mutan pertama Charles Xavier, adalah pertempuran antara cinta dan kebencian. Shadow King berusaha menenggelamkan murid-murid Xavier dalam kebencian.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru