⌂ Beranda News Mangaka Inio Asano Tolak Lanjutkan Manga Tanpa AI, Hiatus hingga 2027

Mangaka Inio Asano Tolak Lanjutkan Manga Tanpa AI, Hiatus hingga 2027

Mangaka Inio Asano Tolak Lanjutkan Manga Tanpa AI, Hiatus hingga 2027
Ilustrasi: Mangaka Inio Asano Tolak Lanjutkan Manga Tanpa AI, Hiatus hingga 2027
A A Ukuran Teks16px

Inio Asano, mangaka terkenal di balik Goodnight Punpun dan Dead Dead Demon’s Dededede Destruction, mengungkapkan bahwa ia tidak akan melanjutkan manga terbarunya tanpa bantuan kecerdasan buatan (AI).

Dalam wawancara di acara talk show Jepang WEEKLY OCHIAI, Asano menjelaskan bahwa salah satu alasan utama hiatus panjang Mujina Into the Deep adalah larangan penggunaan AI oleh penerbit.

>>> Robert Englund Punya Satu Permintaan untuk Reboot Nightmare on Elm Street

Mujina Into the Deep telah diserialisasi sejak 2023 dan saat ini dalam masa hiatus. Asano mengonfirmasi bahwa manga tersebut tidak akan kembali setidaknya hingga 2027.

Alasan Inio Asano Ingin Gunakan AI

Asano mengungkapkan bahwa ia menggunakan Unreal Engine dan Blender untuk membuat model 3D dalam karyanya.

Ia terinspirasi oleh game dunia terbuka seperti GTA yang menggunakan aset yang dapat digunakan kembali.

Menurut Asano, AI dapat membantu menempatkan model-model tersebut secara efisien di dunia manga yang luas. Ia percaya bahwa AI justru dapat meningkatkan kualitas karya mangaka secara signifikan.

>>> Netflix Resmi Reboot The Chronicles of Narnia, Greta Gerwig Jadi Sutradara

Namun, penerbit melarang penggunaan AI karena para kreator dianggap sebagai profesional. Asano mengatakan bahwa selama larangan masih berlaku, ia memilih untuk beristirahat.

Ia berharap larangan tersebut dapat dicabut tahun depan sehingga ia bisa melanjutkan menggambar manga dengan bantuan AI.

Pernyataan Asano memicu diskusi tentang peran AI dalam industri manga dan anime. Beberapa pihak, termasuk perusahaan seperti Aniplex, mulai mempertimbangkan penggunaan AI jika terbukti bermanfaat.

>>> Paten Sony Bocorkan Sistem Pendingin Baru untuk PS6

Meskipun kontroversial, adopsi AI di industri kreatif terus berkembang, dan masa depan mungkin akan melihat AI menjadi bagian normal dari proses kreatif.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru