⌂ Beranda News Backrooms 2 Makin Mungkin Terwujud, Tapi Kontroversi A24 Bisa Jadi Penghalang

Backrooms 2 Makin Mungkin Terwujud, Tapi Kontroversi A24 Bisa Jadi Penghalang

Backrooms 2 Makin Mungkin Terwujud, Tapi Kontroversi A24 Bisa Jadi Penghalang
Ilustrasi: Backrooms 2 Makin Mungkin Terwujud, Tapi Kontroversi A24 Bisa Jadi Penghalang
A A Ukuran Teks16px

Kesuksesan film Backrooms yang meraup pendapatan besar membuat sekuel semakin mungkin.

Namun, ketegangan antara sutradara Kane Parsons dan A24 terkait kecerdasan buatan (AI) serta kontroversi hak cipta bisa menjadi penghalang.

>>> Bintang Blue Beetle Rayakan Kembalinya Man of Tomorrow: Momen BTS yang Tak Terlupakan

Film Backrooms, yang diadaptasi dari serial YouTube viral karya Kane Parsons, menjadi film terlaris A24 dengan pendapatan kotor lebih dari $10 juta pada akhir pekan pembukaan.

Parsons, yang saat itu berusia 20 tahun, menjadi sutradara termuda yang memuncaki box office domestik.

Negosiasi Kesepakatan Eksklusif

Menurut laporan Puck News, A24 sedang menegosiasikan kesepakatan first-look tiga tahun dengan Parsons senilai lebih dari $65 juta.

Bonus tambahan akan diberikan jika Parsons menyelesaikan dua film fitur dalam periode tersebut.

Sekuel Backrooms disebut-sebut sebagai salah satu proyek yang dibahas dalam kesepakatan itu. Namun, negosiasi belum final dan A24 menghadapi persaingan dari Warner Bros.

, Universal, dan Sony yang juga tertarik pada Parsons.

A24 juga mencoba memasukkan proyek televisi dalam tawaran mereka, tetapi Parsons menolak. Ia berencana menjual ide TV-nya ke pembeli lain secara terpisah.

Perbedaan Pandangan soal AI

Parsons dikenal sebagai kritikus vokal penggunaan AI generatif di Hollywood.

>>> Prime Video Hadirkan 'Elle', Prequel Legally Blonde yang Justru Terasa Sebagai Serial Mandiri

Dalam wawancara dengan The Australian, ia menyatakan ingin AI generatif lenyap dan menyebutnya sebagai gejala kemunduran budaya dan ekonomi.

Beberapa minggu setelah pernyataan itu, A24 menandatangani kemitraan riset dengan DeepMind milik Google senilai $75 juta untuk mengembangkan alat AI bagi pembuat film.

Langkah ini menuai kritik karena bertentangan dengan pandangan Parsons.

Kontroversi lain muncul ketika A24 mengeluarkan perintah penghapusan hak cipta terhadap wallpaper, desain tekstil, dan game independen bertema Backrooms.

Beberapa karya tersebut sudah ada sebelum serial Parsons.

Parsons menanggapi di Reddit bahwa penghapusan itu seharusnya tidak terjadi.

Ia kemudian mengungkapkan di Discord bahwa A24 mengakuinya sebagai kesalahan pihak ketiga, namun Parsons tetap menuntut reformasi dan jawaban dari studio.

>>> DC Tepat Menghindari Joker di Sekuel The Batman

Dengan A24 yang bersiap memberikan pernyataan, kesuksesan Backrooms mungkin bisa membantu membentuk kebijakan studio ke depan. Namun, ketegangan ini bisa mempersulit negosiasi kesepakatan eksklusif dengan Parsons.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru