⌂ Beranda News 4 Film No. 1 Era 1980-an yang Buktikan Aktor Tepat Bisa Menentukan Sukses Film

4 Film No. 1 Era 1980-an yang Buktikan Aktor Tepat Bisa Menentukan Sukses Film

4 Film No. 1 Era 1980-an yang Buktikan Aktor Tepat Bisa Menentukan Sukses Film
Ilustrasi: 4 Film No. 1 Era 1980-an yang Buktikan Aktor Tepat Bisa Menentukan Sukses Film
A A Ukuran Teks16px

Di era 1980-an, aktor menjadi faktor utama kesuksesan sebuah film, berbeda dengan kecenderungan penonton modern yang lebih tertarik pada waralaba dan sekuel.

Banyak film orisinal saat itu sukses berkat bakat para bintang seperti Chevy Chase, Sylvester Stallone, dan Eddie Murphy.

>>> Marvel Comics Tunjuk Stephen Wacker sebagai Editor-in-Chief Baru

Namun, empat film berikut ini menjadi bukti terbaik bahwa aktor yang tepat bisa menentukan nasib sebuah film.

Keempatnya debut di posisi nomor satu box office, meski beberapa bertahan lebih lama di puncak.

Raiders of the Lost Ark (1981)

Serial Indiana Jones kini menjadi salah satu waralaba film paling populer sepanjang masa. Namun, saat perilisannya pada 1981, Raiders of the Lost Ark belum tentu menjadi hit.

Tahun itu box office sedang menurun, dan banyak sekuel besar seperti Superman II serta The Great Muppet Caper mengalahkan film orisinal garapan George Lucas dan Steven Spielberg ini.

Untungnya, nama besar Lucas dan Spielberg, ditambah popularitas Harrison Ford berkat Star Wars, membuat Raiders menjadi sukses tak terduga.

Film ini meraup $8,3 juta pada akhir pekan pertama dan langsung menempati posisi nomor satu. Kesuksesan itu melambungkan nama Harrison Ford, dan Paramount pun segera membuat sekuel.

Serial ini berlanjut hingga film kelima pada 2023, yang kemungkinan menjadi film terakhir karena usia Ford.

Meski karakter sampingan sempat mendapat kesempatan menjadi protagonis dalam spin-off, penggemar jelas tidak ingin Indiana Jones tanpa Harrison Ford.

The Terminator (1984)

Jika Raiders of the Lost Ark mengandalkan popularitas Harrison Ford, The Terminator membuktikan bahwa aktor bisa menentukan nasib film meski belum menjadi bintang besar.

Saat pengembangan film, sutradara James Cameron awalnya tidak menyukai Arnold Schwarzenegger. Saat itu, Schwarzenegger lebih dikenal lewat film dokumenter Pumping Iron dan Conan the Barbarian.

Cameron menginginkan bintang yang lebih besar untuk peran utama, tetapi setelah Sylvester Stallone dan Mel Gibson menolak, ia setuju bertemu Schwarzenegger.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru