Supergirl, film kedua dari DCU garapan James Gunn dan Peter Safran, dirilis pada Juni lalu dengan harapan besar.
Namun, film tersebut justru menuai kegagalan komersial dan beragam respons dari kritikus maupun penonton.
>>> Kreator Mushoku Tensei Buka Suara soal Kontroversi Season 3: 'Saya Abaikan'
Banyak pihak berspekulasi tentang masa depan DCU dan genre superhero secara umum. Namun, di balik perdebatan itu, ada pelajaran penting: ekspektasi kita terhadap DCU mungkin selama ini keliru.
DCU Bukan Tiruan MCU
Salah satu masalah utama adalah anggapan bahwa DCU harus menjadi klon dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Penonton terbiasa dengan keterkaitan erat antarfilm MCU yang membangun satu cerita besar.
Superman, film pertama DCU, memang memperkenalkan banyak karakter dan membuka pintu untuk cerita lain.
Namun, film itu tetap fokus pada kisah Superman sendiri, tanpa menjanjikan formula yang sama untuk film selanjutnya.
Ketika Supergirl hadir dengan konsep yang berbeda—lebih gelap dan serius—banyak penonton kecewa. Padahal, DCU tidak pernah mengklaim akan mengikuti pola MCU.
>>> Crunchyroll Manga Tambah Judul Baru di Pembaruan Juli 2026
Selain itu, banyak yang mengira Supergirl akan bergaya seperti Guardians of the Galaxy karena James Gunn terlibat. Kenyataannya, film ini bukan garapan Gunn, dan ekspektasi itu tidak berdasar.
Standar Ganda untuk Adaptasi Komik
Kritik lain menyoroti perubahan yang dibuat dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King. Banyak yang menganggap film ini tidak setia pada sumbernya.
Padahal, Supergirl termasuk adaptasi yang setia dengan beberapa penyesuaian wajar untuk medium film. Perubahan motif kriminal Krem dan akhir cerita adalah contoh penyesuaian yang lazim.
Menariknya, standar ketat ini tidak diterapkan pada adaptasi Marvel. Civil War dan Infinity Saga sangat berbeda dari komiknya, tetapi tidak menuai protes serupa.
Seharusnya, toleransi yang sama diberikan kepada DCU.
>>> Cape Fear: Thriller Apple TV yang Diabaikan, Adaptasi 5 Bintang yang Layak Dipuji
Pada akhirnya, kegagalan Supergirl lebih mencerminkan ekspektasi kita yang tidak realistis daripada kualitas film itu sendiri. DCU memiliki identitasnya sendiri dan perlu dinilai dengan ukuran yang tepat.