Genre fiksi ilmiah selalu identik dengan cerita tentang luar angkasa, perang, perjalanan waktu, dan terutama teknologi.
Namun, banyak ide yang dulu dianggap mustahil kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
>>> Rumor MCU: Adam Driver Dikabarkan Jadi Magneto di Reboot X-Men
Berbicara dengan komputer, membawa perangkat serba bisa, atau algoritma yang menganalisis rutinitas harian bukan lagi hal yang aneh.
Beberapa acara TV bahkan berhasil memprediksi masa depan dengan akurat, baik dari sisi positif maupun dampak gelapnya.
4. Person of Interest
Person of Interest tayang di awal 2010-an, saat kecerdasan buatan masih menjadi topik yang jarang dibahas.
Serial ini mengikuti Harold Finch, seorang programmer yang menciptakan AI mampu menganalisis kamera keamanan, panggilan telepon, dan data keuangan untuk memprediksi kejahatan.
Bersama mantan agen CIA John Reese, ia berusaha mencegah tragedi sebelum terjadi.
Kini, pengenalan wajah, pengumpulan data massal, dan algoritma prediktif menjadi kenyataan yang memicu perdebatan etika dan privasi.
3. Max Headroom
Max Headroom adalah serial tahun 1980-an yang mengisahkan Edison Carter, seorang jurnalis yang pikirannya diubah menjadi kepribadian digital bernama Max Headroom.
Karakter virtual ini kemudian menjadi selebriti.
Konsep itu kini terwujud dalam bentuk influencer digital buatan AI yang memiliki banyak pengikut.
>>> Demon Slayer: Infinity Castle Siap Tayang di Streaming, Update Besar Diumumkan
Serial ini juga menggambarkan dunia di mana perusahaan besar mengendalikan informasi dan memanipulasi opini publik, mirip dengan era misinformasi dan deepfake saat ini.
2. Star Trek: The Original Series
Star Trek: The Original Series sering disebut memprediksi smartphone, tetapi dampaknya lebih dari itu. Serial ini menampilkan panggilan video, komputer suara, komunikator saku, dan penerjemah bahasa universal.
Kini semua teknologi itu ada dalam genggaman.
Yang paling mengesankan, Star Trek tidak hanya meramalkan gadget, tetapi juga ekosistem teknologi yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak insinyur mengaku terinspirasi oleh serial ini.
1. Black Mirror
Black Mirror adalah contoh paling nyata dari acara yang terasa seperti melihat masa depan.
Sebagai serial antologi, setiap episodenya mengeksplorasi teknologi yang sangat mungkin terjadi dan dampaknya jika tidak ada batasan.
Episode seperti "Nosedive" tentang peringkat sosial dan "Be Right Back" tentang AI yang mereplikasi orang meninggal kini terasa semakin relevan.
>>> 5 Trilogi Fantasi Terbaik Abad ke-21: Dari Mistborn hingga The Green Bone Saga
Black Mirror tidak sekadar meramalkan penemuan, tetapi menunjukkan bagaimana manusia mengubah teknologi dari kemudahan menjadi ketergantungan.