Genre fantasi tengah naik daun di industri televisi.
Kesuksesan waralaba Game of Thrones, The Rings of Power, The Witcher, dan Percy Jackson mendorong platform streaming berlomba mencari seri unggulan.
>>> Pertarungan Hukum Xbox Soroti Risiko Era Digital-Only di Industri Game
Peacock menjadi salah satu yang ikut meramaikan persaingan. Meski memiliki beberapa acara menonjol, platform ini masih membutuhkan sesuatu yang istimewa untuk bersaing.
Fenomena BookTok juga membuat penggemar ingin melihat novel favorit mereka diadaptasi ke layar kaca. Keputusan Peacock mengadaptasi Dungeon Crawler Carl dinilai sebagai langkah cerdas.
Kisah Dungeon Crawler Carl
Penulis Amerika Matt Dinniman menciptakan Dungeon Crawler Carl pada tahun 2020.
Novel ini terinspirasi dari permainan peran meja seperti Dungeons & Dragons, dengan banyak referensi fantasi tinggi dan fiksi ilmiah.
Genre hibrida yang disebut science fantasy atau LitRPG ini menjadi tulang punggung kesuksesan Dungeon Crawler Carl.
Penggemar menyukai cara semua konsep tersebut dipadukan menjadi narasi menarik yang memiliki ruang untuk berkembang.
Seri ini tidak berhenti pada novel pertama.
Tujuh buku menyusul setelah perilisan perdana, dengan yang terbaru berjudul A Parade of Horribles yang debut pada tahun 2026.
Kisahnya mengikuti Carl dan kucing mantan pacarnya yang berusaha bertahan hidup setelah kiamat.
Sebuah bangsa alien menguras sumber daya Bumi, dan yang tersisa ditempatkan dalam kompetisi reality show bawah tanah 18 tingkat yang ditonton galaksi.
>>> Kevin Feige Beri Kode Keras Yelena Belova Muncul di Spider-Man: Brand New Day
Konsep awal ala The Hunger Games ini menjadi fondasi kokoh untuk pengembangan cerita selanjutnya. Sebelumnya sempat ada rumor adaptasi, tetapi akhirnya Peacock yang memegang hak properti ini.
Produksi dan Harapan Besar
Universal awalnya memperoleh hak Dungeon Crawler Carl pada tahun 2024. Seth MacFarlane melalui Fuzzy Door Productions bekerja sama dengan studio untuk menggarap serial televisi.
Christopher Yost, yang sebelumnya mengerjakan Thor: Ragnarök dan The Mandalorian, bergabung sebagai penulis. Proyek ini dipastikan live-action meski sempat ada wacana animasi.