Toonami Cartoon Network memainkan peran penting dalam memperkenalkan anime kepada penonton Barat sejak debutnya pada 1997.
Banyak judul populer seperti Dragon Ball Z, Sailor Moon, dan Gundam berhasil meraih kesuksesan berkat blok acara ini.
>>> Transformers G1 Repugnus Hadir Kembali Sebagai Megatooth Eksklusif TFcon
Namun, tidak semua anime yang tayang di Toonami bertahan uji waktu.
Beberapa di antaranya justru terasa sulit ditonton kembali karena berbagai alasan, mulai dari cerita yang membosankan hingga perubahan besar dari versi aslinya.
Tenchi in Tokyo: Sekuel yang Kehilangan Identitas
Tenchi Muyo! adalah salah satu waralaba harem terbesar tahun 1990-an.
Namun, Tenchi in Tokyo yang tayang di Toonami justru dianggap sebagai sekuel terlemah.
Serial ini mengubah banyak elemen yang membuat seri aslinya menarik. Aspek fiksi ilmiah digantikan dengan cerita generik tentang Tenchi yang bersekolah di Tokyo untuk menjadi pendeta Shinto.
Karakter ikonik seperti Ryoko, Washu, dan Ayeka mengalami perubahan latar belakang yang membuat mereka kurang menarik. Sementara itu, antagonis utama Yugi dan karakter baru Sakuya dinilai membosankan.
Gaya seni yang direvisi juga menghilangkan identitas visual orisinal. Bagi penggemar setia, Tenchi in Tokyo adalah kekecewaan; bagi pendatang baru, serial ini terasa hambar.
Duel Masters: Tiruan Yu-Gi-Oh! yang Gagal
Duel Masters adalah anime kartu yang tayang di Toonami pada era 2000-an. Sayangnya, serial ini hanya dianggap sebagai tiruan Yu-Gi-Oh!
yang kurang menarik.
Masalah utama Duel Masters adalah aturan permainannya yang tidak konsisten. Serial ini sering memperkenalkan aturan dan strategi baru secara mendadak demi menciptakan ketegangan, tetapi justru menghilangkan kredibilitas.
Dubbing bahasa Inggrisnya juga bermasalah, penuh dengan lelucon dipaksakan dan slang canggung. Tiga episode terakhir bahkan tidak pernah ditayangkan di Toonami.
Bagi yang ingin menonton anime kartu yang lebih baik, Bakugan Battle Brawlers atau Cardfight!! Vanguard adalah pilihan yang lebih unggul.
D.I.C.E.: Iklan Mainan yang Tidak Menghibur
D. I.