⌂ Beranda News James Gunn Bawa DCU ke Arah Berlawanan dengan MCU di Fase Awal

James Gunn Bawa DCU ke Arah Berlawanan dengan MCU di Fase Awal

James Gunn Bawa DCU ke Arah Berlawanan dengan MCU di Fase Awal
Ilustrasi: James Gunn Bawa DCU ke Arah Berlawanan dengan MCU di Fase Awal
A A Ukuran Teks16px

Ketika Hollywood meluncurkan jagat sinematik bersama yang baru, perbandingan dengan Marvel sulit dihindari.

Namun, James Gunn dan Peter Safran justru mengambil langkah yang berlawanan dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) dalam membangun DC Universe (DCU).

>>> Film Live-Action Naruto Ambil Langkah Maju, Kreator Sebut Adaptasi sebagai 'Keajaiban'

Alih-alih mengandalkan pahlawan super kelas atas, DCU fase awal lebih banyak menonjolkan karakter komik yang kurang dikenal masyarakat umum.

Film berikutnya yang dijadwalkan adalah Clayface, film horor tubuh berperingkat R tentang penjahat Batman kelas dua.

Proyek DCU lainnya juga condong ke karakter B dan C, seperti The Authority yang sempat diumumkan, film Swamp Thing garapan James Mangold, serta serial TV Mister Terrific dan acara kejahatan nyata Jimmy Olsen/Gorilla Grodd.

Strategi Berbeda dari MCU

Marvel pada fase awal masih memiliki tokoh populer seperti Hulk, Captain America, dan Avengers lainnya.

Baru setelah kesuksesan The Avengers, Marvel berani menggali karakter yang lebih tidak dikenal seperti Guardians of the Galaxy dan Ant-Man.

Sebaliknya, DCU langsung mendorong karakter-karakter pinggiran sejak awal.

>>> 5 Karakter Anime yang Lebih Kuat dari Sailor Moon

Gunn dikenal memiliki kegemaran pada tokoh-tokoh tidak terkenal, seperti yang ia lakukan dengan Rocket Raccoon dan Polka Dot Man.

Namun, strategi ini berisiko karena selera penonton terhadap film pahlawan super telah berubah.

Film seperti The Marvels, Quantumania, dan Supergirl mengalami kegagalan box office, menunjukkan bahwa karakter kelas B dan C tidak lagi otomatis laku.

Dorongan Besar di Sektor TV

DC Studios juga mengambil pendekatan berbeda dengan produksi TV yang masif. Sementara Marvel mengurangi jumlah rilis tahunan setelah kelelahan penonton akibat terlalu banyak konten, DCU justru menggenjot serial.

Marvel kini lebih memprioritaskan acara teater daripada serial streaming, sebagai bagian dari strategi Disney secara keseluruhan. Sebaliknya, DCU tampaknya akan memanfaatkan platform TV untuk memperkenalkan karakter dan cerita.

>>> 10 Film Klon Die Hard Terbaik dalam 30 Tahun Terakhir

Langkah ini bisa menjadi pedang bermata dua: jika berhasil, DCU akan memiliki fondasi yang kuat; jika gagal, risiko kelelahan penonton juga mengintai.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru