⌂ Beranda News Ulasan Little House on the Prairie Netflix: Menggagas Ulang Mitos Amerika

Ulasan Little House on the Prairie Netflix: Menggagas Ulang Mitos Amerika

Ulasan Little House on the Prairie Netflix: Menggagas Ulang Mitos Amerika
A A Ukuran Teks16px

Serial terbaru Netflix, 'Little House on the Prairie', merupakan adaptasi televisi terkini dari kisah yang pertama kali diceritakan oleh Laura Ingalls Wilder.

Seperti miniseri ABC tahun 2005, serial ini berupaya setia pada buku-buku Wilder.

>>> Komik DC Klasik yang Tak Terduga: Dari Batman yang Merusak Gotham hingga Meta Narasi

Namun, adaptasi ini juga menyajikan sisi lain dari cerita, yang sering kali disalahartikan atau terabaikan.

Serial ini berfokus pada pencarian 'awal baru' keluarga Ingalls di Barat Amerika, sekitar empat tahun setelah Perang Saudara.

Secara bersamaan, ini adalah penceritaan pertama yang memberikan porsi setara pada awal akhir dari cara hidup berusia berabad-abad bagi Osage Nation.

Perbedaan dengan Adaptasi Sebelumnya

Versi paling terkenal dari 'Little House on the Prairie' adalah serial televisi yang dipimpin oleh Michael Landon, tayang dari 1974 hingga 1983.

Serial tersebut membuat perubahan besar dari materi sumbernya.

Meskipun serial Netflix ini jauh lebih dekat dengan buku-buku Wilder, ia menampilkan karakter dan alur cerita yang sepenuhnya baru.

Versi terbaru ini secara khusus memasukkan karakter Osage asli, termasuk beberapa yang sangat dekat dengan keluarga Ingalls.

Penambahan ini, yang dikembangkan oleh Rebecca Sonnenshine, membuat serial ini layak ditonton dibandingkan hanya membaca ulang buku atau menonton adaptasi TV favorit.

Versi cerita Wilder ini pantas mendapatkan label 'prestige TV'. Namun, terlepas dari gaya sinematiknya, bukan penggambaran kehidupan perbatasan yang akan memikat penonton.

Apa yang membuat orang kembali ke cerita Wilder adalah pandangan idealisnya tentang kekuatan keluarga.

Setiap tambahan dalam 'Little House on the Prairie' Netflix dibangun di atas fondasi yang sama.

Mitos di Balik Kisah Pionir

Studi sejarah apa pun akan melukiskan gambaran yang jauh berbeda.

Bagi para pemukim kulit putih dan masyarakat adat yang mereka gusur, ekspansi pasca-perang ke Barat Amerika sangat keras, kejam, dan mematikan.

Melalui bukunya, Wilder seolah mencoba menulis ulang masa lalunya agar lebih bahagia dan murni.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru