Season kedua live-action Avatar: The Last Airbender dari Netflix akhirnya dirilis pada Juni 2026. Namun, alih-alih memuaskan, musim baru ini justru menuai banyak kritik dari penonton.
Meskipun belum dikonfirmasi, anggaran season kedua diduga masih sangat besar, bahkan mungkin lebih besar dari season pertama yang mencapai $120 juta.
>>> 5 Penjahat Kelas B DC yang Mendapat Penebusan Layak
Sayangnya, hasil akhirnya menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak ditempatkan pada aspek yang tepat.
Kritik bermunculan di berbagai platform. Banyak yang menilai kelemahan season pertama masih terbawa, bahkan season kedua menambah masalah baru.
Masalah dari Awal Produksi
Keputusan untuk menyimpang dari esensi serial asli sudah terlihat sejak awal.
Kreator asli Avatar: The Last Airbender, Bryan Konietzko dan Michael Dante DiMartino, mengundurkan diri karena perbedaan kreatif pada 2020.
Albert Kim menjadi showrunner pengganti untuk season pertama. Setelah Kim hengkang, Christine Boylan dan Jabbar Raisani mengambil alih untuk season kedua.
Ketidakstabilan produksi ini terasa dalam hasil akhir.
>>> Game Xbox Terbaru Dipastikan Siap Main di Steam Deck
Penggambaran karakter utama dan peristiwa penting dinilai tidak setia pada versi aslinya. Efek visual yang mengganggu dan penceritaan yang kaku juga menjadi sorotan.
Salah satu kekecewaan terbesar adalah pengenalan Putri Azula. Trio ikonik yang terdiri dari Azula, Mai, dan Ty Lee mengalami distorsi besar.
Penulisan emosi yang berlebihan pada Azula dan perubahan dinamika pertemanannya membuat karakter tersebut terasa seperti orang lain.
Perbandingan dengan One Piece
Kegagalan Avatar: The Last Airbender semakin terasa jika dibandingkan dengan kesuksesan adaptasi live-action One Piece yang dirilis pada 2023.
One Piece berhasil memikat penggemar lama dan baru.
Perbedaan respons ini menunjukkan bahwa adaptasi yang setia pada sumber asli lebih dihargai. Sementara itu, versi Netflix dari Avatar: The Last Airbender justru menjauh dari akarnya.
>>> Tiga Anime Baru Musim Panas 2026 yang Menonjol di Pekan Pertama
Meskipun season kedua menuai kritik, masih ada harapan untuk season ketiga. Banyak yang berharap tim produksi dapat menerima masukan dan memperbaiki arah cerita.