Akhirnya, Akasha, ibu dari semua vampir, muncul di The Vampire Lestat. Diperankan oleh Sheila Atim, kemunculannya di episode "New York" singkat namun signifikan.
Selama ini, penonton hanya mendengar namanya disebut di final musim kedua Interview With the Vampire. Kini, Akasha hadir dan siap mengguncang cerita.
>>> 5 Anime yang Hadir di HIDIVE pada Juli 2026
Dalam wawancara eksklusif dengan ComicBook, Atim mengungkapkan pendekatannya terhadap karakter legendaris ini. Ia mengaku tidak ingin terlalu memikirkan tekanan, melainkan menikmati prosesnya.
Musik sebagai Jembatan Emosi
Musik memainkan peran penting dalam serial ini, termasuk bagi Akasha. Di episode tersebut, ia terlihat mengetuk-ngetuk jari saat Lestat bernyanyi.
Menurut Atim, musik adalah bentuk ekspresi kuno yang membuat Akasha merasa manusiawi. "Ini mungkin salah satu dari sedikit momen di mana dia bisa merasakan kembali kemanusiaannya," ujarnya.
Akasha melihat gairah Lestat terhadap musik sebagai sesuatu yang tulus. Ia menghargai bahwa Lestat benar-benar terhubung dengan musik, bukan sekadar memainkannya.
Mengapa Lestat Istimewa bagi Akasha
Marius memilih Lestat untuk menjaga Akasha karena ia dianggap layak. Namun, Akasha langsung terbuka pada Lestat, sesuatu yang tidak terjadi dengan Marius.
>>> Demon Slayer: Infinity Castle Bagian 2 Belum Ada Kabar, Penggemar Kecewa
Atim menjelaskan bahwa Lestat adalah vampir yang istimewa. "Dia menjalani kehidupan vampir sepenuhnya, tanpa filter.
Mulai dari gairah ekstrem hingga kemarahan dan cinta," katanya.
Akasha melihat Lestat sebagai tandingan yang sepadan. "Dia intens, dan Akasha juga intens.
Jadi dia menemukan pasangan yang cocok," tambah Atim.
Adegan penutup episode memperlihatkan Akasha bangun dan menolak diperlakukan seperti benda mati oleh Marius. Ini menjadi awal dari kekacauan yang akan datang.
>>> 200 Rekomendasi Nama PUBG Mobile Lucu yang Bikin Ngakak
Atim menyebut momen itu sebagai "calm before the storm". Penonton belum siap dengan apa yang akan dilakukan Akasha.