⌂ Beranda News 30 Tahun NiGHTS into Dreams: Mahakarya Sega yang Tak Lekang Waktu

30 Tahun NiGHTS into Dreams: Mahakarya Sega yang Tak Lekang Waktu

30 Tahun NiGHTS into Dreams: Mahakarya Sega yang Tak Lekang Waktu
Ilustrasi: 30 Tahun NiGHTS into Dreams: Mahakarya Sega yang Tak Lekang Waktu
A A Ukuran Teks16px

Tepat 30 tahun lalu, pada 5 Juli 1996, Sega dan Sonic Team merilis NiGHTS into Dreams untuk konsol Sega Saturn.

Game ini hingga kini dikenang sebagai salah satu karya terbaik dan paling eksperimental dari sang publisher.

>>> Komik Star Trek: Holo-Ween II Hadirkan Horor Deep Space Nine

Meski tidak sepopuler Sonic the Hedgehog, NiGHTS into Dreams berhasil mencuri perhatian berkat konsep gameplay yang benar-benar baru.

Game ini mengusung tema terbang bebas di dunia mimpi yang penuh warna.

Gameplay yang Berbeda dari yang Lain

NiGHTS into Dreams mengikuti petualangan dua remaja, Elliot dan Claris, yang terperangkap di Nightopia.

Mereka memiliki Red Ideya of Courage yang langka, memungkinkan mereka bergabung dengan NiGHTS, seorang Nightmaren pemberontak, untuk melawan Wizeman the Wicked.

Mekanisme terbang yang anggun menjadi inti permainan.

Pemain mengendalikan karakter yang menyatu dengan NiGHTS untuk melayang di area luas, mengumpulkan poin dalam batas waktu tertentu.

Gaya bermain ini terasa seperti balet udara, jauh dari platformer atau game pertarungan biasa.

>>> Film Drama Emosional KJ Apa Kembali Jadi Hit Netflix Setelah Raup 9 Kali Lipat Budget

Produser Yuji Naka mengungkapkan bahwa ide awal game ini muncul saat pengembangan Sonic the Hedgehog 2, dengan tujuan menciptakan sensasi terbang.

Meski awalnya ragu menggarap game 3D untuk Saturn, hasil akhirnya justru menjadi pengalaman yang unik.

Warisan yang Bertahan 30 Tahun

NiGHTS into Dreams menjadi salah satu game terlaris di Sega Saturn. Kritikus memujinya, dan banyak publikasi kemudian menyebutnya sebagai salah satu rilis terbaik abad ke-21.

Game ini juga dirilis ulang dalam berbagai platform.

Kesuksesan tersebut mendorong lahirnya sekuel, remaster, dan bahkan spin-off bertema liburan. Namun, NiGHTS into Dreams tidak pernah menjadi fenomena sebesar Sonic.

Keunikannya justru membuat pengembang lain enggan membuat versi mereka sendiri.

Tiga dekade kemudian, grafisnya yang usang tetap memesona, dan gameplay-nya masih mudah dipelajari namun sulit dikuasai.

>>> 10 Anime Shonen yang Mendefinisikan Ulang Makna Pahlawan

NiGHTS into Dreams tetap menjadi salah satu game paling khas dan terbaik yang pernah dibuat Sega.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru