Science SARU, studio animasi yang dikenal luas berkat serial populer Dandadan, kini menghadirkan karya terbarunya di Crunchyroll.
Studio yang didirikan pada tahun 2013 ini telah menghasilkan berbagai film dan serial anime unik dengan visual memukau dan tema mendalam.
>>> 10 Kartu Pokémon 30th Celebration Terbaik, Peringkat
Meskipun sudah memiliki reputasi di industri anime sebelum Dandadan, popularitas Science SARU meroket setelah adaptasi Shonen Jump tersebut.
Namun, bahkan setelah meraih audiens global, studio ini tetap konsisten menghasilkan karya-karya berkualitas.
Jaadugar: A Witch in Mongolia Hadir di Crunchyroll
Anime terbaru dari studio ini, Jaadugar: A Witch in Mongolia, langsung menarik perhatian penikmat anime berkat gaya seninya yang luar biasa.
Serial ini mulai tayang di Crunchyroll pada 4 Juli 2026.
Jaadugar: A Witch in Mongolia tayang perdana dengan episode spesial berdurasi satu jam, yang kemudian dipecah menjadi beberapa episode di platform streaming.
Cerita berpusat pada Sitara, sang protagonis.
Saat ini, anime tersebut hanya tersedia dalam audio Jepang dengan subtitle. Namun, kemungkinan besar dubbing bahasa Inggris akan menyusul dalam beberapa minggu ke depan.
Sinopsis dan Keunikan Jaadugar: A Witch in Mongolia
Anime Seinen historis ini diadaptasi dari seri manga yang ditulis dan diilustrasikan oleh Tomato Soup.
Jaadugar: A Witch in Mongolia bahkan terpilih untuk kompetisi Film TV di Annecy Film Festival 2026, sebuah pencapaian signifikan.
Cerita berlatar di Kekaisaran Mongol abad ke-13, di bawah kepemimpinan Kaisar Genghis Khan.
Sitara, seorang gadis muda, terusir dari tanah kelahirannya setelah ibunya meninggal dan berakhir di pasar budak.
Setelah upaya kembali ke tanah airnya gagal, ia diadopsi oleh keluarga cendekiawan yang mendorongnya untuk belajar.
>>> 10 Karakter Spider-Man yang Layak Mendapat Serial Komik Solo
Cerita dimulai dari masa kecilnya, lalu melompat delapan tahun ke depan di mana Sitara hidup damai.
Namun, kedamaiannya terusik ketika Tus Militia jatuh ke tangan Bangsa Nomad. Peristiwa ini memaksa Sitara meninggalkan rumah barunya.