Supergirl baru saja tayang di bioskop pada 26 Juni, namun langsung menghadapi masalah.
Film ini hanya meraup USD 37,1 juta di akhir pekan pembukaan, lebih rendah dari Joker: Folie a Deux.
>>> Pemenang Game of the Year 2012 Kini Hanya Rp24 Ribuan di Steam
Selain kinerja box office yang mengecewakan, muncul laporan tentang konflik kreatif di balik layar. Dua versi film yang berbeda beredar hingga mendekati tanggal rilis.
Dua Versi Supergirl dari Sutradara dan Studio
Menurut sumber Hollywood Reporter, sutradara Craig Gillespie dan tim DC Studios yang dipimpin James Gunn memiliki visi yang bertentangan.
Awalnya konflik ini dianggap positif, tetapi pada Desember 2025 situasinya memburuk dan mengancam produksi.
Alih-alih menyelesaikan perbedaan, tim produksi memilih untuk membuat dua versi film. Dua editor berbeda, Tatiana S.
Riegel (kolaborator Gillespie) dan Fred Raskin (editor film Guardians of the Galaxy dan Peacemaker), masing-masing mengerjakan versi Gillespie dan versi studio.
>>> Demon Slayer: Infinity Castle Akan Tayang di Crunchyroll Mulai 28 Juli
Kedua versi tersebut diuji ke penonton. Versi studio yang diedit Raskin unggul tipis dengan selisih 2 poin.
Menariknya, penonton uji coba sama-sama terkesan dengan pacing dan pilihan lagu, yang justru dikritik oleh beberapa penonton dan kritikus.
Versi Gillespie disebut memiliki pembukaan alternatif dan lebih banyak latar belakang cerita. Namun, kedua versi akhirnya digabungkan sebelum rilis.
Situasi ini mengingatkan pada masalah Justice League yang memiliki beberapa versi, termasuk Snyder Cut. Penggemar khawatir sejarah terulang dengan Supergirl.
Meski demikian, masih ada harapan.
>>> 10 Momen Nico Robin Jadi Kru Terkuat di One Piece
Kesuksesan Snyder Cut, proyek mendatang dengan karakter seperti Mr. Terrific, serta Superman 2025 yang berhasil mengatasi kekhawatiran awal, menunjukkan bahwa Supergirl masih bisa bangkit.