Penggemar serial animasi X-Men '97 menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap perubahan karakter Emma Frost dalam musim kedua.
Banyak yang merasa penggambaran White Queen di serial ini tidak sesuai dengan jati dirinya yang dikenal dalam komik.
>>> Remake Speak No Evil Versi James McAvoy Akhirnya Dapat Pengakuan
Emma Frost, yang diperkenalkan pada tahun 1980 dan awalnya menjadi rival Charles Xavier, telah berkembang menjadi salah satu mutan paling berpengaruh dalam jagat X-Men.
Hubungannya dengan Cyclops dan perannya dalam komik pasca-dekonsentrasi sangat ikonik, menempatkannya di hati para penggemar.
Namun, di episode kedua X-Men '97 musim kedua, Emma Frost digambarkan menjual X-Force kepada X-Factor demi mendapatkan pengampunan.
Serial ini menampilkannya sebagai sosok yang egois dan tidak peduli pada orang lain, mirip dengan penggambaran komik awalnya di tahun 1980-an.
Masalahnya, musim pertama X-Men '97 telah menunjukkan momen-momen penting yang mengawali perubahan Emma menjadi seorang pahlawan, namun tidak ada indikasi penebusan dalam musim kedua ini.
Penggemar menyoroti bahwa Emma Frost dalam komik telah menjadi pahlawan untuk sebagian besar sejarahnya.
Emma Frost Sebagai Pendidik
Kritik utama yang dilontarkan adalah serial ini dan seri animasi orisinalnya melewatkan elemen fundamental karakter Emma: ia menganggap dirinya sebagai seorang pendidik.
Dalam komik, hal ini terwujud melalui pendirian sekolah tandingan untuk mutan dan tim Hellions. Busur penebusannya dimulai setelah Hellions dibantai oleh Sentinel.
Meskipun di X-Men '97 musim kedua ia berada di Genosha saat pembantaian terjadi, ia memilih tinggal untuk mengajar mutan baru, di mana salah satunya meninggal dalam pelukannya.
Momen inilah yang memotivasi Emma menjadi pahlawan.
Penggemar berpendapat bahwa Emma Frost, bahkan sebagai penjahat, tidak akan pernah menyerahkan anak-anak mutan kepada pemerintah.
>>> Trilogi Mafia Taylor Sheridan dan Frank Grillo Siap Dominasi TV pada 2026
Penggambaran di X-Men '97 musim kedua menjadi lebih bermasalah dengan terungkapnya X-Factor memenjarakan anak-anak mutan.
Hal ini membuat kolaborasi Emma menjadi lebih gelap. Motivasi mengajarnya hilang, dan ia kini bekerja sama dengan pihak yang memenjarakan anak-anak mutan.